Distensi retrosternal atau sensasi terbakar dapat berhubungan dengan penyakit refluks gastroesofagus (GERD), kanker esofagus, divertikulum di esofagus tengah dan penyakit lainnya.
1. Penyakit refluks gastroesofagus (GERD): penyakit ini dapat dikaitkan dengan faktor-faktor seperti peningkatan tekanan intra-abdomen, hernia hiatus, dan konsumsi alkohol dalam jangka panjang. Penyakit ini dapat dimanifestasikan sebagai distensi retrosternal atau sensasi terbakar, serta gejala-gejala seperti refluks asam lambung, nyeri dada, batuk kronis, dan disfagia.
2. Kanker kerongkongan: penyebab pastinya masih belum jelas, dan mungkin terkait dengan faktor-faktor seperti merokok, minum alkohol, dan faktor keturunan. Pada tahap awal, ini dapat bermanifestasi sebagai distensi dan sesak atau sensasi terbakar di belakang tulang dada, dan kemudian disfagia progresif, refluks makanan, suara serak, tersedak, dan batuk dapat muncul secara bertahap.
3. Divertikulum esofagus tengah: Hal ini dapat berhubungan dengan pembengkakan kelenjar getah bening di dekat percabangan trakea atau hilar paru. Hal ini dapat dimanifestasikan sebagai perasaan distensi atau sensasi terbakar di belakang tulang dada, yang terlihat jelas saat menelan, serta gejala seperti nyeri punggung dan tersedak.
Distensi retrosternal atau sensasi terbakar juga dapat disebabkan oleh penyebab lain, seperti hernia hiatus pada kerongkongan, angina stabil, dll. Penting untuk pergi ke rumah sakit tepat waktu, untuk mengklarifikasi penyebab penyakit dan kemudian mengikuti instruksi dokter untuk perawatan, untuk menghindari pengobatan sendiri, yang mungkin memiliki efek buruk.