Apa obat terbaik untuk nanah pada alat kelamin?

Jika Anda mengeluarkan cairan bernanah dari area genital, Anda harus mempertimbangkan ISK bernanah akut, dan obat oral harus ditentukan oleh jenis bakteri yang menginfeksi Anda. Pertama, uretritis septik akut umumnya disebabkan oleh E. coli, Staphylococcus aureus, dan infeksi lainnya, sehingga perlu dilakukan pengambilan nanah kelamin untuk pemeriksaan kultur bakteri dan memilih antibiotik yang sensitif sesuai dengan hasil kultur. Kapsul cefixime dapat diminum dua kali sehari selama satu minggu. Jika terdapat gejala seperti sering buang air kecil yang mendesak dan menyakitkan atau demam, maka antibiotik intravena direkomendasikan. Cefuroxime biasanya dapat dipilih sebagai suntikan intravena sebanyak 1,5 gram dua kali sehari selama satu minggu. Kedua, gonore, yaitu infeksi gonokokus, membutuhkan retensi nanah untuk pemeriksaan apusan atau kultur gonokokus. Jika terdiagnosis gonore, dianjurkan untuk menggunakan Ceftriaxone sodium 1g dua kali sehari melalui infus intravena selama 7-10 hari. Ketiga, untuk uretritis non-gonokokal, kultur nanah harus diambil. Jika kultur menunjukkan adanya infeksi mikoplasma atau klamidia, maka dianjurkan untuk menggunakan azitromisin secara oral atau infus intravena. Jika terdapat kombinasi antara frekuensi buang air kecil, urgensi, dan nyeri saat buang air kecil yang disertai demam, maka pengobatan langsung dengan infus diindikasikan. Azitromisin 0,5g IV sekali sehari selama 7-10 hari adalah pilihan yang umum.