Kesulitan fonologis yang persisten pada anak-anak yang tidak belajar fonetik dengan baik, yang berarti bahwa komprehensivitas bunyi fonetik menghambat komunikasi lisan informasi dan mempengaruhi pembelajaran anak, perlu ditangani dengan gangguan fonologis, yang dapat ditingkatkan melalui pelatihan tingkat fonem. Langkah pertama adalah mengidentifikasi kesalahan pengucapan dan mengidentifikasinya sebagai pengucapan target, membantu anak untuk mengenali bentuk mulut atau ciri-ciri pengucapan target; kedua, pelatihan pendengaran, yang berarti membedakan pengucapan target dengan bunyi lain, diikuti dengan meminta anak membandingkan perbedaan antara bunyi target yang diucapkannya dengan bunyi target yang benar untuk membangun persepsi yang benar; terakhir, dengan menggunakan pelokalan fonologis, anak diminta untuk melihat pengucapan target dan, melalui gerakan bibir, lidah, rahang dan bentuk mulut. Anak diperbolehkan menirukan pengucapan di depan cermin untuk mendapatkan hasil terapi yang baik.