Jenis leukemia yang berbeda sesuai dengan rejimen kemoterapi yang berbeda, yang harus ditangani secara berbeda, termasuk rejimen standar “3+7”, kemoterapi kombinasi multi-obat, hidroksiurea, asam fenilbutirat nitrogen mustard, dan sebagainya. 1. Leukemia myeloid akut tipe non-M3: rejimen kemoterapi yang biasa dilakukan adalah pemberian antrasiklin selama 3 hari dan pemberian sitarabin selama 7 hari, rejimen standar “3+7”. Obat antrasiklin utama adalah Zorubisin dan Desmethoxyzorubicin. 2. Leukemia limfoblastik akut: sering menggunakan kemoterapi kombinasi multi-obat, vinkristin, antrasiklin, glukokortikoid, siklofosfamid, komposisi program menthylase. Metotreksat dosis tinggi sering digunakan untuk memerangi leukemia sistem saraf pusat. 3. Leukemia mieloid kronis: hidroksiurea sering digunakan untuk kontrol awal darah atau pasien yang tidak dapat mentoleransi imatinib. Obat lain termasuk sitarabin, hipertrigliserida, asam arsenat, dan sebagainya. 4. Leukemia limfositik kronis: obat yang umum digunakan adalah nitrogen mustard fenilbutirat, ibrutinib, dan juga bendamustine, siklofosfamid, fludarabine dan sebagainya. Kemoterapi dan pengobatan untuk leukemia harus dilakukan di bawah bimbingan dokter, dan disarankan agar dokter spesialis memilih program kemoterapi yang tepat sesuai dengan kondisi spesifik.