Bagaimana cara memeriksa sindrom Parkinson

Pemeriksaan sindrom Parkinson dibagi menjadi beberapa langkah berikut: 1. Untuk menentukan apakah pasien menderita sindrom Parkinson, pemeriksaan fisik neurologis terperinci dilakukan untuk menentukan apakah pasien mengalami tremor saat istirahat, bradikinesia, miotonia, kelainan gaya berjalan, dan disfungsi otonom. 2. Untuk menentukan apakah pasien menderita sindrom Parkinson, pemeriksaan fisik neurologis terperinci dilakukan untuk menentukan apakah pasien menderita sindrom Parkinson dan sindrom tumpang tindih Parkinson. 3. Untuk menentukan apakah pasien menderita sindrom Parkinson, pemeriksaan fisik neurologis terperinci dilakukan untuk menentukan apakah pasien menderita sindrom Parkinson dan sindrom tumpang tindih Parkinson. Sindrom Parkinson sekunder dan sindrom Parkinson yang ditumpangkan. Pada sindrom Parkinson sekunder, riwayat adalah alat yang sangat penting untuk diferensiasi, misalnya, pada sindrom Parkinson pasca-ensefalitis, terdapat riwayat ensefalitis yang jelas sebelum penyakit ini, dan sindrom Parkinson mulai bermanifestasi setelah ensefalitis. Pada sindrom Parkinson yang disebabkan oleh obat-obatan dan racun, harus ada riwayat yang jelas tentang asupan obat dan racun.3. Tes pencitraan, pasien harus menjalani MRI kranial untuk mengamati kelainan struktural di otak, dan MRI fungsional untuk mengamati kelainan pada fungsi otak.4. Tes genetik, jika sindrom Parkinson degeneratif genetik dipertimbangkan, pemeriksaan kromosom yang relevan Skrining genetik diperlukan untuk membantu membuat diagnosis pasti.