Hubungan antara sedimentasi darah dan artritis reumatoid perlu ditentukan berdasarkan kasus per kasus. Jika pasien dengan artritis reumatoid mengalami pembengkakan dan nyeri sendi yang signifikan, dan sedimentasi darah serta protein C-reaktif meningkat secara signifikan, hal ini mengindikasikan bahwa pasien menderita artritis reumatoid dan penyakit ini berada dalam fase aktif, dengan respons inflamasi yang signifikan di seluruh tubuh. Namun, jika pasien dengan artritis reumatoid tidak mengalami nyeri sendi yang signifikan, sendi bengkak atau nyeri pada pemeriksaan, dan protein C-reaktif tidak tinggi, maka sedimentasi darah yang meningkat belum tentu terkait dengan artritis reumatoid itu sendiri. Penting untuk mengetahui apakah pasien mengalami anemia atau memiliki komorbiditas lain seperti tumor. Sedimentasi darah bukan merupakan tes klinis yang spesifik untuk artritis reumatoid.