Tidak ada indikator yang paling akurat untuk kanker, tetapi ada tiga indikator yang lebih sering diterapkan di lembaga pengujian serta rumah sakit, yang terutama meliputi: alpha-fetoprotein (AFP), antigen karsinoembrionik, dan antigen glikokonjugat CA19-9, dan menurut ketiga tes laboratorium ini, indikator tersebut dapat membantu diagnosis klinis.
1. Alpha-fetoprotein (AFP): merupakan penanda spesifik untuk diagnosis karsinoma hepatoseluler, banyak digunakan dalam skrining kanker hati, diagnosis, menilai efek pengobatan, dan memprediksi kekambuhan.
AFP yang lebih besar dari 400ng/ml adalah salah satu syarat untuk mendiagnosis kanker hati. Jika AFP secara bertahap naik tetapi tidak turun atau jika AFP lebih besar dari 200ng/ml selama 8 minggu, maka harus dikombinasikan dengan pencitraan dan perubahan fungsi hati untuk analisis komprehensif atau pengamatan dinamis.
2. Antigen karsinoembrionik: terutama untuk kanker lambung, kanker paru-paru, dll. Antigen karsinoembrionik dapat meningkat pada kedua jenis kanker tersebut.
3. CA19-9: CA19-9 adalah penanda tumor yang sensitif pada sistem pencernaan, dan peningkatan yang jelas sering terjadi pada tumor saluran pencernaan, biasanya terlihat pada kanker pankreas, kanker kolorektal, dan kanker rektum.
Namun, indikator di atas saja tidak dapat memastikan diagnosis kanker, dan perlu dikombinasikan lebih lanjut dengan pencitraan dan pemeriksaan patologis untuk membuat diagnosis yang jelas, mengidentifikasi penyebab penyakit, dan mengobatinya secara aktif.