Cabai adalah makanan yang tidak dapat menurunkan atau menaikkan tekanan darah, tetapi makan cabai dapat menyebabkan eksitasi saraf simpatis, yang secara refleks menyebabkan peningkatan tekanan darah sementara. Kenaikan dan penurunan tekanan darah tidak ada hubungannya dengan makan cabai atau tidak, dan fluktuasi tekanan darah memiliki hubungan yang erat dengan faktor genetik keluarga pasien, kebiasaan makan, dan apakah mengalami obesitas atau tidak. Namun, makan terlalu banyak cabai merupakan rangsangan besar pada saluran pencernaan, yang dapat dengan mudah menyebabkan mulas, sakit perut, dan gejala lambung lainnya. Selain itu, karena dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah sementara, cabai yang terlalu pedas dapat memiliki banyak efek pada tubuh manusia, sehingga tidak disarankan bagi penderita hipertensi berat atau sering mengalami fluktuasi tekanan darah untuk mengonsumsi cabai dalam jumlah yang berlebihan. Saat ini, faktor diet utama yang dianggap mempengaruhi tekanan darah adalah asupan garam yang berlebihan dan konsumsi alkohol yang berlebihan. Oleh karena itu, jika Anda memiliki tekanan darah tinggi, Anda perlu memperhatikan pengaturan struktur diet, seperti diet rendah garam dan rendah lemak, kurangi makan daging berlemak, jeroan hewan, perbanyak serat makanan, makan sayuran segar setiap hari, tingkatkan olahraga secukupnya, dan minum obat di bawah bimbingan dokter untuk pengobatan jika perlu.