Lansia dengan infark serebral dan atrofi serebral biasanya melakukan olahraga yang tepat, pengobatan aktif untuk penyakit yang mendasari, minum obat untuk perbaikan, modifikasi pola makan, dan sebagainya.
1. Olahraga yang tepat: pasien dengan infark serebral dan atrofi serebral yang memiliki kemampuan untuk berolahraga sendiri dapat bersikeras untuk melakukan olahraga aerobik seperti jalan cepat, joging, berenang, dan sebagainya, yang memiliki efek tertentu pada perbaikan kondisi. Pasien juga dapat melakukan latihan fungsional yang ditargetkan, yang dapat membantu memperbaiki kondisi mereka dan meredakan gejala.
2. Secara aktif mengobati penyakit yang mendasari: pasien dengan infark serebral sebagian besar memiliki penyakit yang mendasari seperti hipertensi, diabetes melitus, hiperlipidemia, dll., Dan penyakit serebrovaskular dapat menyebabkan atrofi otak. Oleh karena itu, pengobatan aktif dan pengendalian penyakit yang mendasari dapat membantu memperbaiki gejala infark otak dan atrofi otak.
3. Minum obat untuk memperbaiki: pasien dengan infark serebral dapat mengonsumsi aspirin untuk mencegah agregasi trombosit, meningkatkan suplai darah otak, dan meringankan kondisinya. Pasien dengan atrofi otak dapat minum obat untuk meningkatkan fungsi otak, seperti Olanzapine, Anethracetam, Cytarabine, dll. untuk memperbaiki gejala.
4. Pengaturan pola makan: pasien dengan infark serebral dan atrofi serebral perlu melakukan diet ringan, makan lebih banyak sayuran dan buah-buahan segar, dan menghindari makanan tinggi lemak, tinggi garam dan tinggi gula.
Pasien dengan infark serebral dan atrofi serebral disarankan untuk mencari perawatan medis tepat waktu, melakukan perawatan aktif, dan secara ketat mengikuti instruksi dokter untuk pengobatan dan penyesuaian harian.