Apa yang lebih baik untuk emboli paru?

Emboli paru memerlukan kontrol diet dan pengobatan. Obat oral termasuk antikoagulan (misalnya, warfarin) dan obat jantung (misalnya, digoksin) untuk menangani gagal jantung yang disebabkan oleh emboli paru. 1. Pengaturan pola makan: makanan ringan, mudah dicerna, kaya vitamin, makanan yang tidak terlalu merangsang dan lebih banyak air. 2. Obat oral termasuk antikoagulan (misalnya warfarin) dan obat jantung (misalnya digoksin) untuk menangani gagal jantung yang disebabkan oleh emboli paru. (1) Antikoagulan: Warfarin adalah antikoagulan yang paling umum digunakan. Efek samping dari warfarin adalah mual dan muntah, diare. Beberapa pasien juga akan mengalami hematoma saluran kemih dan saluran pencernaan. Dilarang digunakan pada kehamilan, gangguan fungsi hati dan ginjal, hipertensi berat, gangguan pembekuan darah, dan bisul aktif. (2) Obat kardiotonik: untuk mengatasi gagal jantung yang disebabkan oleh emboli paru, digoksin dapat dikonsumsi secara oral. Efek samping dari digoxin termasuk mual dan muntah, menyebabkan ketidaknyamanan pencernaan. Obat ini juga memiliki efek pro-aritmia. Efek lainnya termasuk reaksi alergi (ruam, gatal-gatal) dan, yang lebih jarang terjadi, penglihatan kabur atau “penglihatan warna”. Hal ini juga dapat menyebabkan blok atrioventrikular, takikardia dan fibrilasi ventrikel. Emboli paru adalah salah satu penyakit paru-paru yang lebih berbahaya dan dapat mengancam jiwa pada kasus yang parah. Penanganan klinis juga mencakup pembedahan (misalnya penempatan filter vena, pengangkatan paru-paru yang mengalami emboli dan prosedur intervensi), terutama antikoagulan jika terdeteksi secara dini, dan trombolisis jika kondisinya parah. Pasien dengan emboli paru harus berkonsultasi dengan dokter secara tepat waktu dan secara ketat mengikuti instruksi dokter untuk pengobatan dan perawatan, dan tidak boleh mendiagnosis dan memberikan obat sendiri untuk mencegah penundaan dan konsekuensi serius.