Demam adalah ketidaknyamanan yang paling umum terjadi pada bayi, dan ketika bayi mengalami demam, para ibu akan merasa cemas dan sering kali mengikuti ide dan metode yang diwariskan oleh generasi sebelumnya dalam merawat bayi mereka yang mengalami demam. Namun, hal ini dapat menyebabkan para ibu secara tidak sadar terjerumus ke dalam beberapa kesalahpahaman. Berikut ini adalah 3 kesalahpahaman umum yang dimiliki oleh para ibu, jadi mari kita lihat apakah Anda pernah terkena. Mitos #1: Demam akan sembuh jika hanya minum air putih tanpa minum obat “Obat itu beracun!” Banyak ibu yang khawatir akan efek samping obat pada bayi mereka. Faktanya, sangat umum bagi bayi untuk mengalami demam. Jika suhu tubuh di bawah 38,5 ° C dan bayi dalam keadaan sehat, ibu tidak perlu terburu-buru memberi makan bayi dengan obat, dan akan lebih baik memberi bayi lebih banyak air dan istirahat, bersama dengan pendinginan fisik. Namun, menurut pengamatan klinis para ahli, sebagian besar anak-anak dengan suhu ≥38,5 derajat lebih cenderung mengalami ketidaknyamanan yang signifikan (termasuk menangis dan tidak bersemangat), dan demam tinggi yang berlangsung lama bahkan berisiko kejang demam dan kerusakan otak permanen. Jika demam bayi Anda mencapai 38,5 ° C atau lebih atau jika bayi Anda menunjukkan tanda-tanda ketidaknyamanan yang jelas, segera berikan penurun panas pada bayi Anda. Pedoman Diagnosis dan Penatalaksanaan Demam pada Anak Usia 0 hingga 5 Tahun (Versi Standar) dengan jelas menyatakan bahwa ketika suhu bayi melebihi 38,5 ° C dan ia terlihat tidak sehat, ia harus diberi obat penurun panas yang aman untuk menurunkan demam. Para ibu harus belajar untuk mengikuti saran dosis profesional dan memberikan penurun panas kepada bayi mereka dengan segera untuk menurunkan demam dengan tenang. Cara terbaik adalah dengan memberikan obat penurun panas yang aman, sebaiknya dari merek yang terpercaya dan aman yang telah mengembangkan obat khusus untuk anak-anak. Mitos 2: Segera bawa anak Anda ke rumah sakit untuk disuntik jika ia demam. Khawatir bahwa penyakit anak Anda akan semakin parah jika Anda menunda-nunda, atau jika Anda tidak ingin melihat anak Anda menderita dan ingin mencari cara yang lebih cepat untuk menurunkan demam, seringkali para ibu memilih untuk menyerah pada pengobatan dengan memberikan suntikan. Para ibu yang masih berpikir seperti ini harus berhati-hati. Jenis suntikan utama yang saat ini digunakan untuk menurunkan demam pada anak adalah aminopyrine dan turunannya, yang memiliki efek samping yang relatif tinggi dan rentan terhadap masalah seperti kekurangan dan syok. Selain itu, obat-obatan ini menyebabkan iritasi lokal dan dapat menyebabkan infeksi; bayi juga sangat takut disuntik dan dapat menimbulkan suara berisik, yang dapat menyebabkan kecelakaan jika tidak berhati-hati. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), lebih dari 70% infus tidak diperlukan dan kasus klinis keracunan air dari infus tidak jarang terjadi. Oleh karena itu, saran dari dokter anak adalah bahwa obat oral harus lebih disukai jika fungsi pencernaan bayi sehat. Mitos 3: Obat-obatan dewasa dapat dikurangi setengahnya untuk anak-anak Ada kelangkaan obat-obatan anak-anak di pasaran, dan banyak obat-obatan dewasa yang digambarkan sebagai “dikurangi setengahnya untuk anak-anak” dalam deskripsi dosis anak-anak. Tidak ada dosis yang dibedakan untuk usia dan berat badan bayi, dan juga tidak ada alat pengukur higienis yang standar. Bayi tidak hanya berbeda dengan orang dewasa dalam hal berat badan, tetapi juga dalam hal fisiologi dan patologi, terutama karena hati dan ginjal belum berkembang dengan baik dan sistem enzim belum terbentuk. Pemberian obat penurun panas pada bayi untuk orang dewasa dapat memperburuk metabolisme hati atau ginjal dan dengan mudah menimbulkan reaksi yang merugikan. Oleh karena itu, para ibu harus ingat untuk tidak memberikan obat penurun demam untuk orang dewasa kepada bayi mereka, melainkan obat penurun demam khusus untuk bayi. Penting juga untuk memperhatikan dosis saat memberikan obat kepada bayi Anda. Pedoman Cina untuk Diagnosis dan Penanganan Demam pada Anak Usia 0 hingga 5 Tahun (Edisi Standar) dengan jelas menetapkan dosis antipiretik umum (ibuprofen dan asetaminofen) untuk anak di atas usia 3 bulan. 1,5 ml. Para ibu harus selalu memberikan bayi mereka dosis obat standar seperti yang tertera pada kemasan obat anak profesional dalam panduan ini, atau memilih salah satu bagan dosis khusus berat badan yang tersedia untuk bayi untuk memastikan dosis yang akurat dan kemanjuran yang aman. Kesimpulan: Rawatlah demam bayi Anda dalam tiga langkah, ukurlah suhu dengan benar, turunkan suhu secara fisik jika diperlukan, dan pilihlah obat penurun panas jika suhu melebihi 38,5! Keamanan obat anak sangatlah penting, jadi para ibu harus memilih obat anak dengan merek ternama! Pertumbuhan bayi Anda yang sehat adalah tugas seumur hidup bagi setiap ibu. Demam adalah gejala yang paling umum, jadi para ibu harus belajar tentang perawatan kesehatan profesional untuk bayi mereka dan berkomunikasi dengan dokter dan ibu yang berpengalaman, daripada percaya takhayul dan buta!