EKG dengan inversi gelombang T simetris dianggap disebabkan oleh adanya penyakit jantung koroner aterosklerosis. Jika pasien memiliki inversi gelombang T asimetris, ada kemungkinan pasien mengalami hipertensi dan mengalami hipertrofi ventrikel kiri dengan regangan, yaitu kerusakan miokard akibat hipertensi, dan memiliki inversi gelombang T asimetris. Oleh karena itu, meskipun gelombang T terbalik, maknanya sangat bervariasi tergantung pada morfologinya. Dianjurkan agar saat membuat diagnosis pasti, pasien tidak hanya mengacu pada pola EKG yang sebenarnya, tetapi juga menggabungkannya dengan gejala pasien yang sebenarnya, dan dalam beberapa kasus, enzim miokard, USG jantung, CT koroner, dan angiografi koroner diperlukan untuk membuat diagnosis pasti. Juga disarankan untuk melakukan EKG rawat jalan untuk membantu menilai iskemia miokard secara keseluruhan selama 24 jam.