Sekarang diyakini bahwa karies gigi adalah hasil interaksi dari sejumlah faktor, termasuk bakteri dalam mulut, tubuh itu sendiri, makanan yang mengandung lebih banyak gula, dan waktu terjadinya karies.
Dalam keadaan normal, ada banyak jenis bakteri di dalam mulut setiap orang, dengan Lactobacillus dan Streptococcus pyogenes yang paling banyak, yang merupakan bakteri penghasil asam. Bakteri penghasil asam bereaksi dengan karbohidrat dalam komponen makanan untuk menghasilkan asam, yang bereaksi dengan email gigi, mengikis dan melunakkan permukaan email, dan kemudian muncullah gigi berlubang.
Selain itu, terjadinya karies gigi terkait dengan faktor-faktor berikut:
1. Perbedaan kondisi tubuh manusia itu sendiri: beberapa orang lebih memperhatikan kebersihan mulut, dan jika giginya terkalsifikasi dengan baik, mereka cenderung tidak mengalami karies. Namun, beberapa orang memiliki gigi yang tidak sejajar dengan baik dan rentan terhadap penumpukan makanan, dan jika mereka tidak memperhatikan cara menyikat gigi dengan benar, mereka rentan terhadap karies.
2. Makanan yang mengandung lebih banyak gula: Sukrosa khususnya dapat memberikan nutrisi untuk metabolisme bakteri di dalam mulut.
Dibutuhkan waktu yang lama untuk terjadinya karies, sekitar satu setengah tahun dari awal hingga munculnya kerusakan gigi. Ketika kerusakan gigi terjadi, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter tepat waktu, mengikuti instruksi dokter untuk melakukan pemeriksaan yang relevan, dan melakukan perawatan atau terapi yang ditargetkan dengan bantuan dokter.