Terdapat perbedaan yang jelas antara konstipasi dan obstruksi usus dalam hal gejala klinis, etiologi dan pengobatan.
1. Gejala klinis: pasien dengan konstipasi mengalami buang air besar kurang dari 3 kali dalam seminggu, dengan gejala mengejan saat buang air besar, tinja kering dan keras, serta volume yang sedikit; pasien dengan obstruksi usus akan mengalami sakit perut, kembung, mual, dan berhenti buang air besar dan buang air besar serta gejala lainnya. Oleh karena itu, ada perbedaan besar antara kedua penyakit ini dalam hal gejala.
2. Etiologi: terjadinya sembelit dapat dikaitkan dengan faktor fisiologis, faktor psikologis atau faktor patologis, dan dapat menjadi gejala yang menyertai penyakit lain atau penyakit yang terpisah; etiologi obstruksi usus lebih kompleks, dan menurut penyebab obstruksi, obstruksi usus dapat dibagi menjadi obstruksi usus mekanis, obstruksi usus dinamis, dan obstruksi usus hemodinamik.
3. Pengobatan: gejala sembelit yang relatif ringan, dapat di bawah bimbingan dokter melalui agen enema gliserin seperti pengeluaran cairan dari anus; obstruksi usus lebih kompleks, sesuai dengan penyebabnya maka dilakukan pengobatan konservatif atau pengobatan bedah, sehingga kondisi obstruksi usus dapat dipulihkan.
Jika pasien mengalami sembelit atau obstruksi usus, dianjurkan untuk pergi ke rumah sakit tepat waktu, di bawah bimbingan dokter untuk mengklarifikasi penyebab penyakit, dan melakukan perawatan standar.