Apa yang salah dengan bayi yang menangis keras?

Bayi yang menangis keras dapat disebabkan oleh faktor fisiologis seperti kelaparan, ketidaknyamanan suhu lingkungan, rakhitis akibat kekurangan nutrisi vitamin D, penyumbatan pada usus, dan faktor lain seperti eksim.
1. Faktor fisiologis: ketika bayi lapar, ia akan menangis keras, disertai dengan menghisap, mencari puting dan tindakan lainnya. Selain itu, ketika lingkungan dalam ruangan terlalu dingin atau terlalu panas, bayi juga akan mengekspresikannya dengan menangis. Ini adalah fenomena fisiologis yang normal dan dapat dibiarkan.
2. Rakhitis defisiensi vitamin D: Rakhitis defisiensi vitamin D dianggap disebabkan oleh kurangnya asupan vitamin D, sinar matahari yang tidak mencukupi, dan tingkat pertumbuhan yang berlebihan. Pasien akan mengalami pelunakan tengkorak, pembesaran ubun-ubun tengkorak, dada corong, lekas marah, mudah tersinggung, dan manifestasi lainnya. Jika bayi mengalami rakhitis akibat kekurangan gizi vitamin D, mereka akan memiliki gejala menangis keras.
3. Obstruksi usus: Obstruksi usus dapat disebabkan oleh infeksi usus, peritonitis tuberkulosis, obstruksi usus, dll. Manifestasi klinis pasien adalah berhenti buang air besar, muntah, dan sakit perut paroksismal. Bayi dan anak kecil yang mengalami serangan nyeri perut akan tampak mudah tersinggung, menangis dan sebagainya.
4. Lain-lain: bayi yang menderita eksim, otitis media, obstruksi usus, dan penyakit lainnya juga dapat menangis keras.
Mungkin ada alasan lain bagi bayi untuk menangis keras, jadi disarankan untuk pergi ke rumah sakit tepat waktu, meningkatkan pemeriksaan untuk mengklarifikasi penyebab penyakit, dan kemudian memberikan perawatan atau terapi yang ditargetkan di bawah bimbingan dokter.