Klaritromisin dan furazolidon dapat dikonsumsi bersamaan. Klaritromisin dan furazolidon yang diminum bersamaan terutama digunakan untuk disentri bakteri, radang usus, kolera, tetapi juga untuk demam tifoid, demam paratifoid, flagelosis Giardia, trikomoniasis, dan sebagainya. Ruang lingkup penerapan klaritromisin terutama mencakup infeksi nasofaring seperti tonsilitis dan sinusitis yang disebabkan oleh infeksi bakteri sensitif, infeksi saluran pernapasan bagian bawah seperti bronkitis dan pneumonia, serta infeksi kulit dan jaringan lunak seperti folikulitis, erisipelas, selulitis, dll. Dapat juga digunakan untuk pengobatan gastritis yang disebabkan oleh infeksi Helicobacter pylori dan sebagainya. Reaksi yang merugikan terhadap klaritromisin adalah mual, muntah dan sakit perut dan diare, yang biasanya ringan. Furazolidone adalah antibiotik nitrofuran, yang dapat digunakan untuk mengobati gangguan pencernaan seperti disentri, radang usus, dan tukak lambung yang disebabkan oleh bakteri dan protozoa. Furazolidone adalah obat antimikroba spektrum luas, yang memiliki efek penghambatan terhadap bakteri Gram negatif dan positif yang umum. Reaksi yang merugikan terhadap furazolidone kadang-kadang dapat terlihat sebagai sakit kepala, pusing, mual, sakit perut, diare, dan beberapa pasien mungkin mengalami kepanikan, sesak dada, dan peningkatan transaminase sementara. Penggunaan klaritromisin dan furazolidon secara spesifik harus di bawah pengawasan medis.