Silindris mata dapat dibagi menjadi dua jenis: Silindris lengkung dan Silindris indeks, yang mungkin terkait dengan faktor bawaan dan penyakit kornea.
1. Silindris lengkung: Ketidakkonsistenan kelengkungan dua diameter kornea utama merupakan penyebab silindris biasa, yang sebagian besar terkait dengan faktor bawaan. Beberapa pasien juga mengalami astigmatisme tidak teratur akibat kornea berbentuk kerucut, jaringan parut setelah peradangan kornea, dan penyakit degeneratif kornea perifer. Selain hal-hal di atas, operasi mata atau pembengkakan kelopak mata juga dapat menyebabkan astigmatisme tidak teratur.
2. Silindris eksponensial: Silindris eksponensial sering terjadi ketika indeks refraksi setiap bagian lensa tidak sama, seperti katarak yang sedang berkembang, derajat silindris secara umum sedikit.
Penuaan, malnutrisi dan kebiasaan mata yang buruk merupakan faktor risiko astigmatisme. Disarankan agar penderita astigmatisme berkonsultasi dengan dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut yang lebih mendetail guna mengidentifikasi penyebab astigmatisme, sehingga mereka dapat memperbaiki kondisinya dengan perawatan dokter.