Pelebaran aorta asendens pada lansia dapat bersifat normal, seperti yang dapat terjadi seiring dengan bertambahnya usia; dapat juga bersifat abnormal, seperti karena faktor bawaan atau penyakit kardiovaskular. 1. Normal: Pelebaran aorta asendens berhubungan dengan usia. Seiring bertambahnya usia, terutama pada lansia, elastisitas arteri secara bertahap menurun, dan pelebaran aorta asendens juga dapat terjadi, yang merupakan fenomena fisiologis yang normal. 2. Tidak normal: (1) Faktor bawaan: misalnya, sindrom Mafontaine, penyakit jaringan ikat turunan, ditandai dengan tungkai, jari tangan dan kaki yang panjang dan kurus, serta tinggi badan yang secara signifikan lebih tinggi daripada normal, disertai dengan kelainan sistem kardiovaskular, terutama gabungan kelainan katup jantung dan aneurisma aorta. Dinding pembuluh darah pada pasien sindrom Mafontaine relatif lemah, sehingga lebih mungkin untuk melebar, yang menyebabkan pelebaran aorta asendens. (2) Penyakit kardiovaskular: Misalnya, pada pasien dengan hipertensi yang dikombinasikan dengan sklerosis aorta, elastisitas pembuluh darah akan menurun karena arteriosklerosis, dan kemudian aorta asendens akan melebar setelah tekanan darah meningkat. Jika lansia mengalami pelebaran aorta asenden yang tidak normal, disertai dengan ketidaknyamanan fisik, perlu segera berkonsultasi dengan dokter untuk mengidentifikasi penyebabnya dan mengikuti petunjuk dokter untuk pengobatan.