Keinginan untuk makan makanan manis mungkin disebabkan oleh faktor fisiologis, seperti kebiasaan makan dan faktor emosional; tetapi mungkin juga karena kekurangan vitamin B, kekurangan mineral, dan alasan lainnya.
1. Faktor fisiologis: Jika Anda mengembangkan kebiasaan makan yang manis dalam waktu yang lama, Anda akan mengalami fenomena selalu ingin makan yang manis-manis; pada saat yang sama, beberapa orang mengalami depresi, permen dapat merangsang sistem saraf pusat, menghasilkan dopamin, membuat orang merasa bahagia. Oleh karena itu, disarankan untuk mengembangkan kebiasaan makan yang baik, dan pada saat yang sama, aktif berolahraga, melalui olahraga untuk mengatur suasana hati.
2. Kekurangan vitamin B: vitamin ini banyak terlibat dalam metabolisme lemak, karbohidrat, dan protein. Kekurangan vitamin B akan menghambat metabolisme gula dan membuat tubuh menginginkan makanan manis.
3. Kekurangan mineral: kekurangan seng dapat menyebabkan perkembangan abnormal indera pengecap pada beberapa orang, dan fenomena preferensi terhadap selera yang ekstrem, seperti rasa manis.
Kekurangan kromium juga dapat menyebabkan gigi manis. Kekurangan kromium dapat menyebabkan asupan gula tidak dapat dimetabolisme dengan baik, sehingga sel kekurangan energi, yang mengakibatkan tubuh selalu menginginkan makanan manis.
Orang dewasa umumnya mengkonsumsi gula tidak lebih dari 50 gram sehari, sebaiknya di bawah 25 gram untuk memastikan kesehatan yang baik. Mengidam makanan manis yang sudah berlangsung lama jika faktor fisiologis dikesampingkan, disarankan untuk mencari bantuan medis sesegera mungkin untuk menemukan penyebabnya.