Terapi kejut hormon adalah salah satu metode untuk mengobati cedera saraf optik, dan efek pengobatan yang spesifik terkait dengan tingkat keparahan kondisi pasien.
Cedera saraf optik umumnya disebabkan oleh trauma mata, karena rangsangan dari luar yang menyebabkan saraf optik pasien terjepit, tertarik dan sebagainya, sehingga mengakibatkan kerusakan pada saraf optik, sehingga pasien mengalami kehilangan penglihatan yang tajam. Penggunaan terapi kejut hormon, seperti yang diresepkan oleh dokter, dapat mengurangi oedema saraf optik dan melindungi saraf optik, sehingga mendorong pemulihan penglihatan pasien.
Pasien juga dapat mengikuti petunjuk dokter untuk menggunakan obat neurotropik untuk mendorong pemulihan fungsi saraf optik, seperti tablet methylcobalamin, gangliosida, faktor pertumbuhan saraf tikus, dan sebagainya.
Disarankan agar pasien dengan kerusakan saraf optik harus berkonsultasi dengan dokter secara tepat waktu untuk menilai kondisinya dan menjalani perawatan di bawah bimbingan dokter.