Perbedaan antara faringitis alergi dan sindrom Tourette

Faringitis alergi adalah lesi inflamasi klinis yang umum terjadi pada mukosa faring; Sindrom Tourette adalah sekelompok gangguan neuropsikiatri yang dimulai pada masa kanak-kanak dan remaja. Faringitis alergi dan sindrom Tourette adalah dua penyakit yang berbeda yang tidak memiliki karakteristik yang sama dan tidak perlu dibedakan. 1. Faringitis alergi: paparan alergen, faktor keturunan, infeksi bakteri patogen dan faktor penyakit adalah penyebab utama faringitis alergi; gejala klinis faringitis alergi adalah batuk kering yang menjengkelkan secara terus menerus, sensasi benda asing pada faring, dll.; pengobatan faringitis alergi terutama didasarkan pada pengobatan (misalnya, levocetirizine, diklofenak tadalafil, dll.). 2. Sindrom Tourette: Etiologi dan patogenesis sindrom Tourette belum sepenuhnya diklarifikasi, dan mungkin terkait dengan faktor genetik, neurofisiologis, psikologis, dan faktor lingkungan. Gejala khas sindrom Tourette meliputi tics yang tidak disengaja, tiba-tiba, cepat, berulang, dan tidak berirama, berbagai bentuk tics motorik, disertai dengan satu atau beberapa ledakan vokalisasi yang tidak disengaja dan bahasa yang tidak senonoh. Prinsip pengobatan untuk tics adalah kombinasi pengobatan farmakologis (misalnya haloperidol, pimozide) dan pengobatan psiko-perilaku, dengan fokus pada individualisasi pengobatan. Disarankan bahwa ketika seorang pasien memiliki gejala klinis faringitis alergi atau tics, ia harus mengunjungi rumah sakit untuk mengklarifikasi penyebab kondisi tersebut dan dirawat di bawah pengawasan medis.