Perawatan untuk strabismus dibagi menjadi perawatan non-bedah dan bedah. Strabismus adalah kelainan otot ekstraokular di mana kedua mata tidak dapat melihat target pada saat yang sama dan dapat dibagi menjadi dua kategori: strabismus umum dan strabismus paralitik. Strabismus umum dicirikan oleh tidak adanya gerakan mata dan derajat strabismus yang sama pada posisi mata pertama (melihat lurus ke depan) dan posisi mata kedua (melihat ke atas, ke bawah, ke kiri atau ke kanan). Tergantung pada arah posisi mata yang abnormal, secara umum dapat dibagi menjadi: strabismus horizontal (strabismus internal dan eksternal) dan strabismus vertikal. Metode pengobatan adalah sebagai berikut: 1. Pengobatan non-bedah: Jika terdapat ambliopi yang disebabkan oleh strabismus, langkah pertama adalah mengobati ambliopi dan kemudian memperbaiki posisi mata yang miring. Perawatan untuk strabismus meliputi: lensa resep, metode masking, dan pelatihan ortoptik. Masking adalah pengobatan utama untuk ambliopi yang disebabkan oleh strabismus. Strabismus ringan dapat dikoreksi dengan lensa prismatik. Pelatihan ortoptik bisa digunakan sebagai suplemen sebelum dan sesudah pembedahan. Semakin muda usia perawatan strabismus, semakin baik hasilnya. 2. Penanganan bedah: Pembedahan otot okular melibatkan relaksasi (pelemahan) atau pemendekan (penguatan) satu atau lebih otot ekstraokular pada satu atau kedua mata. Bedah Strabismus tidak hanya dilakukan untuk memperbaiki penampilan, tetapi yang lebih penting untuk membangun fungsi visual kedua mata. Setelah pembedahan, pelatihan fungsi visual juga dilakukan untuk meningkatkan dan mempertahankan stereopsis yang stabil. Oleh karena itu, penanganan strabismus bergantung pada kondisi aktual pasien.