Air liur bayi belum tentu kekurangan seng, sebagian besar dianggap sebagai faktor fisiologis, sariawan, cerebral palsy dan sebagainya. 1. Air liur bayi sebagian besar dianggap sebagai faktor fisiologis, kelenjar ludah bayi berkembang, bibir dangkal, keterlambatan perkembangan fungsi menelan, sering mengeluarkan air liur, terutama munculnya gigi, gejalanya semakin parah. 2. Bayi yang mengalami sariawan yang dirangsang oleh rasa sakit akan mengeluarkan air liur yang banyak, selain itu juga bermanifestasi sebagai penolakan makan, menangis. Kekurangan seng dapat menyebabkan sariawan berulang, rangsangan yang menyakitkan pada sariawan, bayi banyak mengeluarkan air liur, namun kekurangan seng bukanlah alasan utama bayi mengeluarkan air liur. 3. Anak-anak dengan cerebral palsy sebagian akan disertai dengan gejala ngiler, disertai dengan perkembangan motorik dan intelektual yang terbelakang. Anda dapat membawa anak Anda ke rumah sakit untuk memeriksa penyebab ngiler dan mengobatinya jika perlu.