Tes untuk gangguan endokrin meliputi hormon seks 6, fungsi tiroid, MRI kelenjar hipofisis, dll. Gangguan endokrin mencakup berbagai macam penyakit, jadi disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter dan memilih sesuai dengan situasi Anda.
1. Hormon seks 6: Ketika ada kasus menstruasi yang tidak teratur, infertilitas jangka panjang, obesitas dan berbulu, disarankan untuk memeriksa hormon seks 6, yang dapat digunakan untuk menentukan apakah fungsi sistem reproduksi dan sistem endokrin peserta pemeriksaan normal.
2. Fungsi tiroid: Ketika ada keringat berlebih, nafsu makan, obesitas, kepanikan, dll., dianjurkan untuk memeriksa fungsi tiroid. Kelenjar tiroid adalah salah satu kelenjar endokrin yang penting dalam tubuh manusia, dan fungsi utamanya adalah mengeluarkan hormon tiroid dan mengatur metabolisme tubuh. Pemeriksaan hormon tiroid adalah salah satu pemeriksaan rutin untuk penyakit tiroid. Fungsi tiroid yang tidak normal dapat berupa hipotiroidisme atau hipertiroidisme.
3. Kelenjar hipofisis: Bila terjadi amenorea, pertumbuhan dan perkembangan yang tidak normal, dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan kelenjar hipofisis. Kelenjar hipofisis adalah kelenjar endokrin yang paling kompleks dalam tubuh manusia, dan hormon yang dihasilkannya dapat memengaruhi fungsi kelenjar endokrin lainnya.
Jika Anda merasa tidak enak badan, disarankan untuk berkonsultasi dengan rumah sakit biasa sesegera mungkin untuk mengidentifikasi penyebab penyakit dan menjalani perawatan di bawah bimbingan dokter. Diagnosis sendiri tidak disarankan untuk menghindari penundaan kondisi.