Gejala awal epilepsi meliputi kesadaran yang berubah, kejang-kejang, dan gejala disfungsi saraf otonom. 1. Kesadaran yang berubah: pasien dapat menunjukkan kehilangan kesadaran secara tiba-tiba, mengantuk, atau bahkan koma. 2. Kejang-kejang: biasanya bermanifestasi sebagai kedutan pada anggota tubuh, kejang grand mal sering kali berupa kedutan pada anggota tubuh, kejang petit mal dapat berupa kedutan pada satu anggota tubuh atau salah satu sisi anggota tubuh, ada juga pasien yang bermanifestasi sebagai kedutan pada wajah, mulut dan mata yang bengkok, dan lain sebagainya. 3. Gejala disfungsi saraf otonom: pasien dapat bermanifestasi berbusa pada mulut, sekresi pernapasan yang berlebihan, sakit kepala dan pusing, mual dan muntah, disfungsi buang air kecil dan buang air besar, sakit perut, diare, dan sebagainya. Kejang epilepsi terutama disebabkan oleh pelepasan muatan listrik otak yang tidak normal, yang bersifat episodik, berulang, stereotip, dan sementara. Kejang terjadi secara tiba-tiba dan dapat menunjukkan gejala yang signifikan pada tahap awal. Penting untuk mencari pertolongan medis sesegera mungkin jika Anda mengalami kejang dengan gejala yang mencurigakan untuk menghindari kerusakan otak yang tidak dapat dipulihkan.