Para ibu bingung mengenai ‘periode sensitif’ – apa yang dimaksud dengan periode sensitif bagi bayi? Kapan itu terjadi? “Periode sensitif” adalah waktu ketika kemampuan dan perilaku tertentu paling baik dikembangkan. Periode sensitif – Perkembangan rasa (4-7 bulan) Bayi pada usia ini umumnya lebih mudah menerima makanan yang pernah mereka makan, jadi penting untuk memperkaya berbagai makanan pendamping yang tersedia bagi mereka secara bertahap dan membiasakan mereka dengan rasa makanan yang berbeda sebanyak mungkin. Sangatlah penting untuk mengajari bayi Anda untuk belajar mengecap rasa pada masa bayi. Perbedaan antara anak yang tumbuh menjadi anak yang tidak pilih-pilih makanan dan anak yang pilih-pilih makanan sebagian besar disebabkan oleh cara pemberian makanan selama periode ini. Periode perkembangan mengunyah yang sensitif (6-11 bulan) Saat mencoba varietas atau tekstur makanan baru untuk roti Anda, jangan terlalu konservatif, pertama-tama kenali kemampuan bayi Anda dan kemudian tambahkan dengan cara yang ilmiah dan terstruktur. Makanan bubur, meskipun bagus, hanyalah tahap yang sangat singkat dalam penambahan makanan pendamping ASI dan tidak boleh dikonsumsi dalam waktu lama. Selama periode kritis ketika bayi belajar mengunyah, penting untuk memanfaatkan tahap ini agar anak Anda dapat belajar sepenuhnya untuk meningkatkan kemampuan mengunyahnya. Perkembangan emosional pada periode sensitif (sebelum 1,5 tahun) 0-4 bulan: Menangis. Setidaknya ada 3 cara menangis. 4-8 bulan: Mengekspresikan berbagai macam emosi. Mereka mengekspresikan kesenangan, kebahagiaan, ketakutan, dan kekecewaan melalui tawa, gumaman, dan tangisan. Kadang-kadang mereka menunjukkan emosinya dengan melakukan gerakan tertentu, seperti menendang, melambaikan tangan, gemetar, dan tersenyum. 18 bulan: Ini adalah waktu ketika bayi menjadi lebih sadar akan diri mereka sendiri. Mereka mulai mengenali diri mereka sendiri di cermin dan mulai ingin menjauh dari orang tua dan pengasuhnya. Pada usia ini, anak-anak biasanya sangat penyayang dan memiliki perubahan suasana hati yang tinggi. Masa peka perkembangan motorik (hingga 1 tahun) Semua bayi normal, tidak peduli seberapa banyak mereka diajari oleh ayah dan ibunya, dapat mengangkat kepala dan berguling sebelum dapat duduk sendiri dan baru kemudian dapat merangkak, berdiri, dan berjalan. Waktu dari gerakan-gerakan ini dapat bervariasi dari satu bayi ke bayi lainnya, tetapi tidak ada yang salah dengan urutannya. Para ilmuwan telah membuat rangkuman yang menarik tentang urutan ini: dari kepala ke kaki, dari pusat ke pinggiran. Periode perkembangan bahasa yang sensitif (2-9 bulan) Langkah 1: “Ohhhhhhh”. Sejak usia 2 bulan dan seterusnya, bayi kecil mengeluarkan suara seperti vokal. Apabila ia cukup makan, bersemangat dan suasana hatinya sedang baik, ia akan mengucapkan “ooooohhhhh”. Langkah kedua: “Bar-da-da-da”. Setelah usia 4 hingga 6 bulan, bayi Anda tidak hanya dapat menghasilkan bunyi vokal, tetapi juga dapat menambahkan bunyi konsonan untuk menghasilkan bunyi seperti fonetik. Langkah 3: “kosakata intonasi”. Bayi berusia 8 hingga 9 bulan mengoceh sepanjang hari. Pada saat ini, suara yang dibuat bayi Anda ditandai dengan jelas oleh intonasi khas bahasa ibunya. Masa peka penglihatan (6 bulan) 6 bulan: Pada usia sekitar 6 bulan, bayi sudah peka terhadap cahaya dan dapat merasakan intensitas cahaya. Februari hingga Maret: Setiap kali ibu dan ayah datang ke sisi bayi, ia akan menatap mereka tanpa berkedip kapan pun ia terjaga. 4-6 bulan: Pada usia sekitar 4 bulan, bayi dapat membedakan lebih banyak warna, dan pada usia 4-5 bulan, mereka sudah dapat membedakan dua warna yang merupakan bagian dari warna yang sama, tetapi dalam corak yang berbeda. Dan pada saat ini, dunia terasa datar bagi bayi Anda, bukan tiga dimensi. 6-12 bulan: Otak bayi mulai membantunya untuk mengarahkan gerakan kedua matanya dengan cara yang terkoordinasi dan mengintegrasikan gambar kedua mata menjadi satu, yang memungkinkan bayi mengetahui apa yang berada dalam jangkauannya dan apa yang berada di luar jangkauannya.