Cara untuk menentukan apakah tinitus disebabkan oleh suplai darah otak yang tidak mencukupi dapat dilakukan melalui karakteristik riwayat medis, manifestasi klinis, tes laboratorium, dan sebagainya. 1. Karakteristik riwayat medis: Tinnitus yang disebabkan oleh suplai darah otak yang tidak mencukupi biasanya disertai dengan aterosklerosis serebrovaskular atau aterosklerosis pembuluh darah karotis. Oleh karena itu, tinitus yang terjadi pada pasien dengan hipertensi jangka panjang, diabetes melitus, hiperlipidemia, merokok, konsumsi alkohol, obesitas, dan riwayat medis lain yang mendasari, dapat dianggap sebagai kekurangan suplai darah otak. 2. Manifestasi klinis: insufisiensi suplai darah otak disebabkan oleh iskemia sirkulasi posterior, selain tinitus, biasanya pusing, kegelapan di depan mata, dan tinitus yang diinduksi oleh saraf vestibular yang disertai vertigo dan rotasi visual, mual dan muntah, yang pada awalnya dapat diidentifikasi dengan gejala. 3. Pemeriksaan laboratorium: pasien dengan suplai darah otak yang tidak mencukupi dapat melihat pembentukan plak di arteri dengan melakukan USG pembuluh darah otak dan USG pembuluh darah leher, dan peningkatan abnormal dalam lipid darah, glukosa darah dan indeks penyebab aterosklerosis lainnya dengan melakukan tes darah. Jika pembentukan plak arteri dan stenosis tidak terdeteksi oleh USG vaskular, iskemia sirkulasi posterior kemungkinan tidak akan menjadi masalah, dan penyebab lain dari tinitus perlu dipertimbangkan. Oleh karena itu, untuk menentukan apakah tinitus disebabkan oleh kekurangan suplai darah otak, perlu dilakukan penilaian yang komprehensif melalui riwayat, manifestasi klinis, dan tes laboratorium, serta berkonsultasi dengan dokter tepat waktu untuk menghindari penundaan kondisi tersebut.