Seperti yang kita ketahui bersama, PMS memiliki keunikan tersendiri dan diagnosis yang akurat sangatlah penting. Prinsip-prinsip apa yang harus kita ikuti untuk menghindari kasus yang terlewatkan atau salah diagnosis? Menurut saya, cukup dengan memperhatikan tiga elemen: Pertama, riwayat epidemiologi, yaitu menanyakan kepada pasien apakah ia memiliki riwayat hubungan seksual yang tidak murni atau perilaku yang serupa, dan situasi yang relevan dari pasangan seksualnya. Kedua, manifestasi klinis, gejala dan tanda yang khas merupakan petunjuk dan dasar penting untuk diagnosis penyakit tertentu. Ketiga, tes laboratorium, hasil tes dapat memberikan bukti yang kuat untuk diagnosis yang benar, beberapa di antaranya adalah standar emas, seperti pada uretra pasien yang dibiakkan gonokokus, dapat mendiagnosis gonore. Kombinasi dari ketiga elemen tersebut dapat dianalisis untuk membuat diagnosis yang benar.