Tengkorak memainkan peran yang tak tergantikan dalam tubuh manusia dan hanya dengan perlindungan tengkorak yang kuat, jaringan otak dapat berfungsi dengan baik. Namun, kecelakaan seperti kecelakaan lalu lintas dan kejatuhan benda dapat menyebabkan cacat tengkorak. Cacat tengkorak memiliki dampak yang sangat besar dan pasien tidak boleh lengah. Integritas rongga tengkorak rusak parah setelah cacat tengkorak dan lingkungan intrakranial serta tekanan intrakranial menjadi sangat tidak stabil, yang secara langsung memengaruhi sirkulasi cairan serebrospinal dan darah di tengkorak serta fungsi normal saraf otak. Sebagai contoh, pasien dapat mengalami pusing dan sakit kepala, mati rasa dan kelemahan pada anggota tubuh, lekas marah, gangguan penglihatan, pendengaran dan penciuman, dan pada kasus yang parah, epilepsi. Cacat kranial juga secara serius mempengaruhi penampilan estetika tubuh, dan pasien lebih terbebani secara psikologis, menjadi lebih rendah diri dan tertekan dalam jangka panjang. Selain itu, otak dapat terancam kapan saja tanpa perlindungan tengkorak, terutama jika tertusuk benda tajam, yang dapat melukai jaringan otak dan bahkan mengancam nyawa. Kerusakan yang disebabkan oleh cacat tengkorak tidak boleh diremehkan dan akses yang cepat ke rumah sakit untuk operasi perbaikan tengkorak sangat penting. Bahan pilihan saat ini untuk perbaikan tengkorak adalah PEEK, yang memiliki teknologi pencetakan 3D dan mirip dengan tulang tengkorak autologus, sehingga menjadi bahan yang lebih baik untuk perbaikan tengkorak.