Strabismus internal adalah ketika posisi mata pasien menyimpang ke dalam. Strabismus eksternal berarti mata pasien dimiringkan ke dalam. Pupil di tengah mata penderita strabismus terlihat seperti dua ekor ayam yang berkelahi di tengah mata, sehingga disebut juga mata juling. Ada dua jenis strabismus: strabismus kongenital dan strabismus yang didapat. Pada esotropia kongenital, sudut deviasi biasanya sangat besar. Strabismus yang didapat dibagi menjadi strabismus akomodatif dan non-akomodatif. Pasien dengan esotropia akomodatif biasanya memiliki hipermetropia sedang hingga tinggi. Strabismus eksternal dibagi menjadi strabismus eksternal intermiten dan konstan. Pasien dengan esotropia intermiten mempertahankan posisi mata normal hampir sepanjang waktu. Satu-satunya waktu mereka menunjukkan posisi mata eksotropia adalah saat berada di bawah sinar matahari atau saat lelah dan terganggu. Namun, seiring bertambahnya usia, eksotropia intermiten dapat berkembang menjadi eksotropia konstan.