Nyeri jantung menunjukkan kemungkinan adanya gangguan peredaran darah, pernapasan dan hematologi. Hal ini juga dapat dikaitkan dengan neurosis jantung yang disebabkan oleh gaya hidup dan stres. 1. Penyakit sistem peredaran darah: aritmia, seperti fibrilasi ventrikel; penyakit arteri koroner; penyakit miokard, seperti kardiomiopati dilatasi dan kardiomiopati hipertrofi; penyakit katup jantung, seperti stenosis mitral; penyakit perikardium, seperti perikarditis akut, yang secara langsung maupun tidak langsung menyebabkan iskemia dan hipoksia miokard, serta menyebabkan nyeri jantung. 2. Penyakit pernapasan, seperti penyakit paru obstruktif kronik dan gagal napas, dapat menyebabkan penurunan kadar oksigen darah arteri, yang mengakibatkan iskemia miokard dan menyebabkan nyeri jantung. 3. Penyakit pada sistem darah: Anemia, misalnya, dapat menyebabkan tubuh berada dalam kondisi hipoksia, yang menyebabkan iskemia miokard, sehingga menyebabkan nyeri jantung. 4. Gaya hidup: Olahraga berat, yang akan menyebabkan vasodilatasi perifer, detak jantung yang dipercepat dan peningkatan konsumsi oksigen oleh otot jantung, yang menyebabkan hipoksia miokard dan menyebabkan nyeri jantung. 5. Neurosis jantung: Stres kehidupan yang berlebihan dapat menyebabkan neurosis jantung, pasien mungkin mengalami palpitasi (detak jantung yang cepat, sering disertai kepanikan), sesak napas, angina yang disadari, dan gejala lainnya. Ada banyak penyakit yang menyebabkan sakit jantung, disarankan untuk pergi ke rumah sakit tepat waktu untuk mengetahui penyebabnya dan mengikuti petunjuk dokter untuk perawatan tepat waktu.