Apa saja gejala pembesaran kelenjar gondok pada anak-anak?

Gejala utama hipertrofi adenoid pada anak-anak meliputi hidung tersumbat dengan batuk dan pilek, gejala telinga, gejala tenggorokan, perkembangan tulang rahang atas yang tidak normal, dan sebagainya. 1. Hidung tersumbat dengan batuk dan pilek: hipertrofi adenoid yang menghalangi lubang hidung bagian belakang dapat dengan mudah menyebabkan gejala hidung tersumbat, sementara drainase yang buruk dapat menyebabkan rinitis, gejala pilek, dan infeksi sekunder yang parah. 2. Gejala telinga: hipertrofi adenoid dapat menekan tuba eustachius, menyebabkan disfungsi tuba eustachius, sehingga menyebabkan anak mengalami nyeri telinga, telinga tersumbat, gangguan pendengaran, dan gejala lainnya. 3. Gejala faring: hipertrofi adenoid dapat menyebabkan drainase sekresi yang buruk dan iritasi pada mukosa pernapasan, yang mengakibatkan batuk dan ketidaknyamanan faring. 4. Perkembangan abnormal tulang rahang atas: hipertrofi jangka panjang dan hiperplasia kelenjar gondok mempengaruhi ventilasi pernapasan, sehingga menyebabkan gejala pernapasan mulut terbuka, dan pernapasan mulut terbuka dalam jangka panjang dapat menyebabkan terjadinya wajah adenoid. Gejala-gejala wajah adenoid adalah lengkungan tulang rahang yang tinggi, pemanjangan tulang rahang, dan ketidakteraturan gigi. Anak-anak dengan gejala-gejala ini harus segera memeriksakan diri ke dokter. Setelah hipertrofi adenoid didiagnosis, maka harus ditangani sesuai dengan petunjuk dokter agar tidak terjadi penundaan.