Kekurangan zat besi selama kehamilan membutuhkan suplemen zat besi dan diet yang kaya akan zat besi.
Kekurangan zat besi selama kehamilan terutama dimanifestasikan sebagai anemia, dan terdapat perbedaan antara anemia ringan, sedang dan berat. Pada anemia ringan, mungkin tidak ada gejala yang jelas, sedangkan pada anemia sedang dan berat, akan ada gejala yang jelas seperti pusing, lemas, kelelahan, vertigo, dan ketidaknyamanan lainnya, yang dapat diperbaiki dengan suplementasi zat besi.
Obat zat besi oral umumnya paling efektif. Tes darah rutin dilakukan untuk menilai tingkat anemia, dan dosis obat disesuaikan dengan tingkat kekurangan zat besi pada anemia.
Beberapa zat besi juga dapat diperoleh dari makanan, dan jenis makanan dengan kandungan zat besi yang tinggi, seperti hati unggas, daging tanpa lemak domba dan sapi, jamur hitam, rumput laut, dan sebagainya.