Tidak ada kemungkinan klinis dari pita ketuban yang menyentuh janin yang dapat diperkirakan. Pita ketuban yang menyentuh janin dapat menyebabkan sindrom pita ketuban, suatu kondisi di mana ikatan atau selubung fibrosa selaput ketuban menyebabkan pemisahan atau malformasi perkembangan organ-organ yang terpengaruh pada janin. Jika pita ketuban terdeteksi pada setiap persalinan, maka harus diperiksa lebih lanjut dengan teknik MRI. Pada akhir kehamilan, janin dapat diamati melalui USG. Jika pita ketuban hanya melayang-layang, biasanya tidak berpengaruh pada janin. Jika pita ketuban terlilit pada janin dan memenuhi indikasi pembedahan, maka dapat dilakukan pelepasan perlekatan pita ketuban untuk menangani janin. Wanita hamil harus menjalani pemeriksaan kesehatan secara teratur, dan bila terdapat pita ketuban, mereka harus mengikuti petunjuk dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut guna mengidentifikasi penyebabnya dan melakukan pengobatan atau terapi yang ditargetkan dengan bantuan dokter.