Mana yang lebih sehat: daging merah atau daging putih?

Daging merah biasanya merujuk pada daging yang berwarna merah sebelum dimasak, dan biasanya mencakup daging babi, sapi, dan domba, sedangkan daging putih biasanya merujuk pada daging yang berwarna putih sebelum dimasak, dan mencakup ikan dan ayam. Baik daging merah maupun daging putih sama-sama bermanfaat bagi tubuh manusia, dan tidak perlu dipertanyakan lagi mana yang lebih sehat, asalkan cara memasaknya benar dan asupannya wajar. Sebagai perbandingan, daging putih mengandung lebih sedikit lemak dan lebih banyak asam lemak tak jenuh, yang dapat membantu mengontrol berat badan, terutama ikan, yang mengandung asam lemak tak jenuh dan nutrisi seperti DHA. Untuk alasan ini, disarankan untuk mengonsumsi daging putih dalam jumlah sedang bagi orang yang sedang mengurangi lemak dan untuk remaja, misalnya. Namun, tidak disarankan untuk memasak daging putih dengan cara diasapi, digoreng, atau diawetkan, karena konsumsi jangka panjang dari daging tersebut dapat memberikan efek buruk bagi tubuh manusia, seperti asupan garam dan nitrit yang lebih tinggi, yang dapat meningkatkan risiko hipertensi dan kanker, dan akan lebih sehat jika dikonsumsi setelah direbus, direbus, atau dikukus. Daging merah mengandung lemak dan asam lemak jenuh yang tinggi, yang dapat meningkatkan risiko obesitas jika dikonsumsi dalam jumlah besar, dan tidak baik untuk pencegahan penyakit kardiovaskular. Jika daging merah digoreng dalam waktu yang lama, daging merah juga dapat menyebabkan kanker karena karsinogen seperti akrilamida diproduksi selama proses penggorengan. Namun, daging merah kaya akan zat besi, seng, dan elemen lainnya, yang dapat memberikan lebih banyak nutrisi bagi tubuh. Oleh karena itu, disarankan agar daging tanpa lemak menjadi andalan konsumsi daging merah, sementara organ dalam, seperti otak, usus dan perut, yang mengandung kadar purin, kolesterol dan asam lemak jenuh yang tinggi, harus dikonsumsi secara hati-hati dan dihindari oleh pasien dengan kondisi seperti asam urat atau hiperlipidemia agar tidak memperparah kondisi tersebut.