Mana yang lebih mudah menjadi gemuk, apel atau nasi, perlu ditentukan sesuai dengan jumlah konsumsi. Jumlah makanan yang sama, konsumsi nasi lebih cenderung menjadi gemuk, karena 100g kalori apel sebesar 53kkal, sedangkan 100g kalori nasi adalah 116kkal, dan komposisi nasi sebagian besar adalah karbohidrat, mudah diubah menjadi gula di dalam tubuh dan menyebabkan lemak. Apel kaya akan serat makanan, setelah makan akan menghasilkan rasa kenyang yang kuat, dapat meningkatkan gerak peristaltik saluran cerna, termasuk buah berkalium tinggi dan rendah lemak, cocok untuk dimakan orang gemuk. Tetapi para pelaku diet perlu memperhatikan tidak bisa makan apel terlalu banyak, jika tidak maka juga akan meningkatkan kemungkinan gemuk. Selain itu, karena apel mengandung asam buah, akan merangsang sekresi asam lambung saluran pencernaan, jika dikonsumsi terlalu banyak akan menyebabkan gangguan pencernaan, kembung dan gejala pencernaan lainnya, sehingga menderita gastritis kronis, tukak lambung dan penyakit pencernaan lainnya sebaiknya tidak makan banyak apel. Selain itu, kandungan gula apel juga tinggi, sehingga penderita diabetes juga perlu berhati-hati dalam makan, jika dikonsumsi terlalu banyak mungkin tidak kondusif untuk mengontrol gula darah. Nasi kaya akan karbohidrat, dapat memberikan energi bagi tubuh, sehingga tidak bisa tidak makan nasi karena takut gemuk, sehingga asupan energi tubuh tidak mencukupi. Pelaku diet dapat setiap hari makan nasi dan berbagai biji-bijian kasar sebagai makanan pokok, tetapi juga usahakan untuk makan berbagai macam sayuran, buah-buahan, dan lain-lain, dengan gizi seimbang dan suplemen vitamin. Selain itu, pelaku diet juga perlu mengombinasikan olahraga, jogging, berenang, dan olahraga aerobik lainnya untuk mengonsumsi energi agar terhindar dari lemak.