Mata bayi yang melihat ke atas bisa jadi merupakan fenomena fisiologis yang normal, atau bisa juga merupakan gejala yang disebabkan oleh strabismus ke atas, tergantung situasinya. 1. Fenomena fisiologis normal: bayi penuh dengan keingintahuan tentang hal-hal di sekitarnya, jika ada benda atau mainan di atas kepala yang menarik perhatian bayi, bayi akan sering melihat ke atas, dan ketika benda atau mainan tersebut dibawa ke posisi lain, mata bayi akan mengikuti rotasi, yang merupakan fenomena normal dan tidak disertai dengan gejala abnormal lainnya. 2. Strabismus ke atas: faktor genetik, displasia neuromuskular bawaan, infeksi virus yang didapat pada mata dan faktor lainnya, dapat menyebabkan strabismus, biasanya bayi jenis ini satu mata di depan, mata yang lain secara tidak sadar akan miring ke atas, biasanya juga disertai dengan kelainan refraksi, ambliopia dan penyakit lainnya. Apakah normal bagi bayi untuk melihat ke atas atau tidak, tergantung pada situasinya. Jika mata bayi melihat ke atas sesekali dan bola matanya dapat mengikuti objek di depannya, itu normal. Jika bola mata bayi berputar tak terkendali atau kedua mata melihat ke arah yang berbeda pada saat yang sama, itu mungkin strabismus, dan orang tua disarankan untuk membawa bayi mereka ke dokter tepat waktu untuk dinilai oleh spesialis.