Sindrom mielodisplastik belum terbukti menular, dan tidak ada metode pencegahan atau terapi untuk penularannya. Mielodisplasia, juga dikenal sebagai sindrom mielodisplastik, adalah penyakit klonal ganas pada sel punca hematopoietik sumsum tulang dengan gambaran klinis hematopoiesis patologis dan berisiko tinggi berubah menjadi leukemia. Pengobatannya meliputi obat demetilasi, terapi suportif, dan transplantasi. 1. Pengobatan umum untuk sindrom mielodisplastik adalah penggunaan obat demetilasi di bawah pengawasan dokter. Obat yang umum digunakan adalah decitabine dan azacitidine, dan gejalanya akan membaik sampai batas tertentu setelah pengobatan. Obat-obatan demethylating memiliki toksisitas hematologi yang jelas dan dapat menyebabkan mielosupresi sebagai efek samping, sehingga membutuhkan terapi suportif yang lebih baik. 2. Untuk pasien dengan sindrom mielodisplastik, transfusi darah, anti-infeksi (levofloxacin), dan pengobatan hemostatik (asam traneksamat) juga diperlukan. 3. Selain itu, transplantasi sel punca hematopoietik alogenik saat ini merupakan pengobatan yang paling menjanjikan. Bagi pasien yang menderita sindrom mielodisplastik, penting untuk rileks dalam kehidupan sehari-hari, tidak cemas, dan secara aktif bekerja sama dengan dokter dalam pengobatan. Pertahankan kebiasaan kebersihan yang baik, cuci tangan dan sering berganti pakaian, ventilasi dan sterilisasi ruangan secara teratur dan tetap hangat. Diet harus dilengkapi dengan protein berkualitas tinggi, seperti daging, telur, susu dan tahu, dll., dengan makanan yang cocok dan seimbang.