1.Membatasi asupan lemak
Alokasi diet yang tidak rasional dan kelainan apolipoprotein sekunder adalah faktor penting yang menyebabkan lesi aterosklerotik. Mengurangi asupan lemak, terutama asam lemak jenuh, asam lemak trans dan kolesterol dapat mengurangi kejadian aterosklerosis. 2.Serat makanan dapat menyerap asam empedu dalam lumen usus, mengurangi jumlah reabsorpsi, memblokir sirkulasi enterohepatik asam empedu, dan membuat lebih banyak kolesterol diubah menjadi garam asam empedu dan diekskresikan, sehingga mengurangi kejadian stroke dan infark miokard. 3.Yogurt atau susu dapat mengurangi konsentrasi kolesterol dalam serum, dan susu juga mengandung banyak kalsium, yang juga dapat mengurangi penyerapan kolesterol. 4.Asupan garam
Pembatasan asupan natrium secara moderat memiliki signifikansi positif untuk pencegahan dan pengobatan hipertensi, tetapi pembatasan natrium yang terlalu ketat dapat memiliki efek buruk pada lipid darah dan sensitivitas insulin melalui aktivasi saraf simpatis dan sistem renin-angiotensin. 5, asupan kalium Meningkatkan rasio kalium/natrium dalam makanan adalah langkah pengaturan tekanan darah penting lainnya selain pembatasan garam, dan dianjurkan agar orang dewasa mengonsumsi setidaknya 120 mmol kalium per hari. 6, konsumsi alkohol Alkohol dalam jumlah kecil tidak direkomendasikan sebagai metode pencegahan penyakit kardiovaskular.