Sklerosis pada pria umumnya mengacu pada sklerosis penis, yang saat ini didiagnosis melalui pemeriksaan fisik, ultrasonografi, kavernografi, dan MRI. 1. Pemeriksaan fisik: Dokter akan mengamati perubahan tampilan penis dengan mata telanjang dan menentukan adanya nodul dan plak yang keras dengan cara menyentuhnya dengan tangan. 2. Ultrasonografi: Pemeriksaan ini dapat menilai lebih lanjut ukuran dan lokasi nodul dan plak, serta membantu dokter dalam memahami fungsi pembuluh darah di penis. 3. Cavernography: Ketika pasien dengan sklerosis penis menjalani pemeriksaan ini, perubahan struktur tunika albuginea dan nodul fibrosa dapat terlihat. 4. Pemeriksaan MRI: pemeriksaan dapat dilakukan masing-masing saat pasien ereksi dan dalam keadaan lemah, yang selanjutnya dapat mengungkapkan kekerasan yang tidak dapat ditemukan oleh USG. Kondisi pasien berbeda, dan proses pemeriksaan serta peralatan rumah sakit di seluruh dunia juga memiliki perbedaan tertentu, pemeriksaan dan diagnosis spesifik harus didasarkan pada proses pemeriksaan rumah sakit. Diagnosis akhir harus didasarkan pada laporan yang dikeluarkan oleh dokter.