Lupus eritematosus sistemik (SLE) adalah penyakit rematologi yang umum, dan manifestasi penyakit ini sangat bervariasi dari satu orang ke orang lain. Pada kasus yang ringan, penyakit ini mungkin hanya muncul sebagai gejala kulit, sariawan, rambut rontok atau nyeri sendi, sementara pada kasus yang lebih parah, penyakit ini dapat muncul sebagai keterlibatan organ, seperti nefritis lupus, keterlibatan hematologi (penurunan trombosit, sel darah merah dan / atau sel darah putih), atau gangguan neuropsikiatri, atau bahkan kematian. Pasien Lupus perlu memperhatikan infeksi Lupus dapat merusak sistem darah, yang menyebabkan leukopenia, yang mengurangi jumlah pasukan dalam tubuh yang dapat melawan pasukan musuh (patogen asing); penyakit ini juga memengaruhi fungsi sel darah putih (termasuk neutrofil, limfosit, dan monosit serta makrofag), yang selanjutnya mengurangi kemampuan mereka untuk melawan pasukan musuh. Awalnya, pasukan kami berjumlah kecil dan tidak dilengkapi dengan peralatan yang memadai, yang secara alami membuat mereka rentan untuk dikalahkan oleh musuh. Akibatnya, pasien lupus rentan terhadap infeksi. Untuk menjaga agar penyakit ini tetap terkendali, pasien perlu menerima pengobatan. Beberapa obat menekan kekebalan tubuh seseorang sampai batas tertentu dan juga dapat meningkatkan kemungkinan infeksi. Selain itu, usia tua, hipoalbuminemia, malnutrisi, anemia sedang, nefritis lupus, dan hipokomplementemia juga telah terbukti menjadi penyebab infeksi. Pasien lupus lebih rentan terhadap infeksi sekunder, bakteri, virus dan jamur, dibandingkan dengan orang normal. Infeksi paling sering terjadi pada saluran pernapasan dan saluran kemih dan juga dapat terjadi pada kulit, otak, dan sistem darah. Infeksi dapat memicu aktivitas penyakit, dan infeksi yang parah bahkan dapat menyebabkan kematian. Mencegah infeksi dimulai dengan mencegah pilek dan flu Meskipun penderita lupus rentan terhadap infeksi, sebagian besar infeksi ini dapat dicegah dan diobati. Orang biasa saja bisa terserang flu, apalagi penderita lupus. Pasien lupus perlu mengetahui dua hal: pertama, mereka lebih rentan terkena flu dibandingkan orang pada umumnya; dan kedua, flu mungkin akan sembuh sedikit lebih lambat dibandingkan orang pada umumnya, dan bahkan lebih mungkin memburuk menjadi kondisi yang lebih serius seperti pneumonia. Oleh karena itu, tindakan pencegahan, kita perlu mencegah masuk angin dalam kehidupan kita sehari-hari: 1, pengendalian penyakit ini sangat penting: penyakit itu sendiri adalah penyebab utama infeksi, jadi Anda perlu dirawat di bawah bimbingan dokter, untuk mengendalikan penyakit, jangan berhenti minum obat tanpa izin. Setelah penyakit ini stabil, kemampuan tubuh untuk melawan patogen asing akan ditingkatkan, dan infeksi akan berkurang. 2, hindari kelelahan, pastikan kualitas tidur: kelelahan dapat memperburuk penyakit, tetapi juga membiarkan daya tahan tubuh berkurang, mudah terinfeksi oleh patogen. Tidur yang cukup dan berkualitas dapat menghilangkan rasa lelah dan memberi orang semangat baru, juga dapat meningkatkan kekebalan tubuh dan memperkuat kemampuan seseorang untuk melawan patogen. 3, vaksinasi: beberapa penelitian menemukan bahwa pasien lupus dapat secara efektif mengurangi terjadinya influenza dengan menerima vaksin influenza, dan vaksin influenza memiliki efek perlindungan yang baik pada pasien lupus. Saat ini, diyakini bahwa aman bagi pasien lupus untuk menerima vaksinasi influenza, tetapi dianjurkan untuk menyelesaikan vaksinasi di bawah bimbingan spesialis reumatologi. 4, kurang pergi ke tempat-tempat padat penduduk: patogen influenza terutama ditularkan melalui saluran pernapasan, sering keluar masuk tempat padat penduduk, mudah masuk angin, usahakan sesedikit mungkin. Jika perlu, disarankan untuk memakai masker. 5. Sering-seringlah mencuci tangan: patogen juga dapat menyebar melalui kontak, jadi Anda perlu mengembangkan kebiasaan baik untuk sering mencuci tangan. Ventilasi lebih banyak di dalam ruangan: Tempat tertutup mudah untuk menahan dan membiakkan patogen, membentuk sumber infeksi dalam ruangan, sehingga perlu membuka lebih banyak jendela dan lebih banyak ventilasi. 7 . Latihan ilmiah: Pasien lupus juga dapat melakukan olahraga, berolahraga, meningkatkan kekebalan tubuh. Namun, karena rentan terhadap alergi cahaya, mereka dapat melakukan olahraga dalam ruangan, dan olahraga di luar ruangan perlu mencegah sinar ultraviolet dan menghindari sinar matahari langsung. Minum air putih dan gizi seimbang: Minum air putih dapat menjaga vitalitas, sehingga Anda dapat minum dengan lebih tepat. Namun, jika nefritis lupus, retensi air dan natrium, Anda perlu mengontrol jumlah air. Pasien lupus harus fokus pada gizi seimbang untuk memastikan nutrisi yang cukup, yang juga merupakan langkah untuk meningkatkan kekebalan tubuh. Pada saat yang sama, beberapa tindakan pencegahan diet juga perlu diperhatikan. Di atas adalah beberapa cara yang saya sebutkan untuk mencegah pilek, dan ada baiknya bagi pasien untuk melakukan pekerjaan yang baik dalam hidup mereka sedikit demi sedikit. Pilek biasa dapat muncul dengan batuk, dahak, sakit kepala, kelelahan, atau demam, tetapi juga dapat muncul dengan aktivitas lupus. Pasien dapat mencari sariawan yang memburuk, rambut rontok yang signifikan, nyeri sendi, eritema wajah atau oedema tungkai bawah, dll. Jika ada banyak ketidaknyamanan selain pilek, penting untuk waspada terhadap kambuhnya lupus. Jika Anda tidak dapat mengidentifikasinya sendiri, sebaiknya Anda menemui ahli reumatologi untuk menghindari penundaan kondisi Anda. Khususnya bagi pasien yang belum berobat secara teratur, mereka harus waspada terhadap kemungkinan terjadinya eksaserbasi penyakit.