Tinja yang berbentuk di bagian depan dan tidak berbentuk di bagian belakang dapat disebabkan oleh faktor fisik seperti gaya hidup yang tidak banyak bergerak dan kebiasaan hidup yang buruk, atau oleh penyakit seperti gangguan pencernaan dan disfungsi saluran cerna. 1. Faktor fisiologis: Duduk dalam waktu lama, berdiri dalam waktu lama, waktu makan yang tidak teratur, dan mengonsumsi lebih banyak makanan berlemak tinggi dapat menyebabkan gangguan feses, sehingga feses terbentuk di bagian depan dan tidak terbentuk di bagian belakang. Situasi semacam ini adalah fenomena normal, aktivitas yang sesuai, makan teratur dapat meredakannya. 2. Dispepsia: Dispepsia dapat disebabkan oleh infeksi, faktor keturunan, stres mental, tardive gastrointestinal, sensasi visceral alergi dan faktor lainnya. Pasien mungkin mengalami rasa kenyang postprandial, sakit perut, diare, sembelit dan gejala lainnya, dan beberapa pasien mungkin memiliki tinja yang berbentuk di bagian depan dan tidak berbentuk di bagian belakang. 3. Disfungsi saluran cerna: Disfungsi saluran cerna dapat disebabkan oleh gangguan mental dan psikologis, pola makan yang tidak tepat, infeksi saluran cerna, faktor keturunan, infeksi Helicobacter pylori, dan faktor lainnya. Pasien mungkin merasa kenyang setelah makan, ketidaknyamanan perut, serta sembelit dan diare secara bergantian, yang dimanifestasikan dengan feses yang berbentuk di bagian depan dan tidak berbentuk di bagian belakang. Ada banyak alasan yang menyebabkan tinja terbentuk di bagian depan dan bukan di bagian belakang, pasien dapat pergi ke rumah sakit, mengidentifikasi penyebab penyakit, dan mengikuti instruksi dokter untuk pengobatan aktif.