Apakah Anda harus berhenti merokok untuk mengatasi refluks esofagitis?

Pasien dengan refluks esofagitis harus selalu berhenti merokok.
Esofagitis refluks adalah penyakit di mana isi lambung dan duodenum mengalami refluks ke dalam rongga mulut yang menyebabkan ulserasi pada mukosa esofagus, dan pasien mungkin mengalami gejala seperti mulas, refluks, dan nyeri retrosternal. Penyakit ini pada dasarnya dapat disembuhkan setelah pengobatan, tetapi cenderung kambuh kembali, dan tembakau mengandung zat seperti nikotin dan L-nikotin, yang dapat menurunkan ketegangan sfingter esofagus dan memperparah refluks.
Merokok tidak kondusif untuk mengontrol pasien refluks esofagitis, sehingga pasien dengan penyakit ini harus berhenti merokok, berhenti minum, memperhatikan pola makan makanan kecil, hindari diet yang merangsang, makan malam tidak boleh dimakan terlalu kenyang, tidur bisa sesuai untuk mengangkat kepala, dan minum air hangat dalam jumlah sedang setelah refluks.
Pasien refluks esofagitis disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter tepat waktu, di bawah bimbingan dokter untuk melakukan pengobatan yang ditargetkan, jangan minum obat sendiri, agar tidak menunda kondisinya.