Pasien berada dalam tidur REM, yang merupakan kondisi normal ketika seseorang berada dalam kondisi tidur.
Ciri-ciri utama tidur REM adalah gerakan mata yang cepat, korteks serebral yang aktif, mimpi yang realistis, kelumpuhan otot rangka, dan sesekali otot berkedut. Jaringan jalur sinyal di batang otak, otak depan dan hipotalamus memainkan peran penting dalam pembangkitan dan pengaturan tidur REM. Ketika seorang pasien menunjukkan tanda-tanda seperti gerakan mata saat tidur, hal ini menandakan bahwa pasien tersebut berada dalam periode tidur REM.
Selain memperhatikan proporsi dan durasi tidur REM dalam keseluruhan siklus tidur, orang normal juga perlu memperhatikan gangguan tidur REM, yang terutama dimanifestasikan oleh hilangnya fenomena relaksasi otot normal selama tidur, yang mengakibatkan gerakan tak disengaja saat tidur, yang dapat menyebabkan cedera pada diri sendiri atau teman tidurnya.
Pasien perlu memperhatikan apakah ada kesulitan untuk tidur, kesulitan dalam mempertahankan tidur, bangun pagi, kantuk di siang hari dan manifestasi lainnya selama tidur sehari-hari, dan jika ada gangguan tidur-bangun yang serius, perlu pergi ke rumah sakit tepat waktu untuk mendapatkan perawatan medis.