Bagaimana tumor tulang belakang dapat dicegah?

Tidak ada tindakan pencegahan khusus untuk tumor tulang belakang, tetapi kita dapat merujuk pada model pencegahan tiga tingkat yang direkomendasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk tumor. Yang pertama adalah pencegahan primer, yang juga dikenal sebagai pencegahan etiologi, yang merupakan tindakan pencegahan paling aktif dan efektif, yaitu mempromosikan gaya hidup sehat dan mengurangi faktor penyebab kanker. Yang pertama adalah tidak merokok, karena merokok dapat menyebabkan kanker paru-paru, rongga mulut, laring, dan kerongkongan, yang sangat berbahaya. Kedua, tidak minum alkohol, karena konsumsi alkohol yang berlebihan dapat merusak saluran pencernaan dan hati, yang menyebabkan kanker perut dan hati. Ketiga, jangan makan makanan tinggi lemak, tinggi gula atau tinggi kalori dan pertahankan berat badan normal. Jangan makan makanan yang berjamur dan basi serta kurangi makan makanan yang diasamkan. Keempat, hindari paparan sinar matahari untuk mengurangi terjadinya kanker kulit. Kelima adalah bersikeras untuk berolahraga, menjaga suasana hati yang optimis dan bersikap sehat serta berpikiran terbuka, yang semuanya sangat penting dalam mencegah tumor. Yang kedua adalah pencegahan sekunder, yaitu dengan melakukan deteksi dini, diagnosis dini dan pengobatan dini. Para ahli dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengemukakan “sepuluh” tanda awal tumor ganas untuk menjadi perhatian publik. Misalnya, munculnya benjolan atau benjolan keras, sensasi benda asing di kerongkongan, gangguan pencernaan yang menetap, batuk kering atau darah dalam dahak, darah yang tidak dapat dijelaskan dalam tinja, hematuria tanpa rasa sakit, perdarahan vagina yang tidak teratur, bisul yang tidak diobati, penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan, atau demam ringan, semuanya merupakan tanda awal kanker, dan seseorang harus sangat waspada terhadap gejala-gejala tersebut serta segera mencari pengobatan. Terakhir, pencegahan tersier adalah perawatan medis yang agresif bagi pasien yang terdiagnosis kanker untuk mencapai hasil terbaik. Bahkan jika pasien berada pada stadium lanjut, kita harus berusaha sebaik mungkin untuk membantu meringankan penderitaannya, meningkatkan kualitas hidupnya, dan memperpanjang kelangsungan hidupnya. Apa pun penyakitnya, pencegahan adalah kebijakan terbaik dan perawatan bedah, terutama operasi besar, adalah pilihan terakhir.