Apa saja ciri-ciri klinis ADHD?

1 Defisit perhatian Waktu retensi perhatian aktif tidak sesuai dengan tingkat usia dan IQ anak. Sebagian besar anak tidak dapat berkonsentrasi, tidak dapat memperhatikan di kelas, mudah teralihkan oleh gangguan lingkungan, objek perhatiannya sering berpindah dari satu aktivitas ke aktivitas lain, seolah-olah karena perhatiannya tertuju pada hal-hal yang baru dan kehilangan minat terhadap hal-hal yang asli. Tidak dapat memberikan perhatian penuh saat mengerjakan pekerjaan rumah dan bermain sambil mengerjakannya. Terus-menerus mengubah isi pekerjaan rumah dan menyela pekerjaan rumah karena alasan seperti mengambil air minum atau makan. Ceroboh dan mencoret-coret secara acak. Mengerjakan pekerjaan rumah membutuhkan waktu lebih lama. Sejumlah kecil anak menunjukkan bahwa mereka menatap satu tempat, duduk di kelas dan melihat guru, sementara pikiran mereka sudah melayang keluar. Defisit perhatian ringan dapat berkonsentrasi pada kegiatan yang menarik minat mereka, seperti menonton TV, mendengarkan cerita, dll. Defisit perhatian yang parah tidak dapat berkonsentrasi pada kegiatan apa pun. Departemen Pediatri Rumah Sakit Afiliasi Pertama Sekolah Tinggi Pengobatan Tradisional Tiongkok Henan Du Xiubo 2 Kegiatan yang berlebihan Dalam lingkungan yang membutuhkan ketenangan relatif, jumlah dan isi kegiatan secara signifikan lebih banyak daripada yang diharapkan; hal ini terutama menonjol dalam situasi yang membutuhkan pengendalian diri atau ketertiban. Diwujudkan dengan kegelisahan yang berlebihan, gerakan-gerakan kecil, dan berlarian. Ketidakmampuan untuk duduk diam di kelas, menggeliat di kursinya, melihat ke kiri dan ke kanan, melihat ke sekeliling. Mengguncang meja dan memutar kursi untuk memprovokasi orang lain. Berjalan menjauh dari tempat duduknya. Banyak bicara, membuat banyak suara, membuat keributan dengan sengaja untuk mendapatkan perhatian. Menikmati permainan yang berbahaya, memanjat tinggi dan rendah, menyukai lelucon. 3 Impulsif Respons perilaku yang cepat dan tidak tepat yang dipicu oleh informasi yang tidak memadai. Diwujudkan dengan sifat kekanak-kanakan, berubah-ubah, dan tidak dapat menahan diri. Mudah terpancing impulsif, mudah tergerak oleh rangsangan dari luar, rasa frustrasi yang kuat. Perilaku yang tiba-tiba dan impulsif; kurangnya pertimbangan yang matang sebelumnya, perilaku yang sembrono, perilaku yang berbahaya atau merusak; dan ketidakmampuan untuk mengambil pelajaran setelahnya. Ini adalah tiga gejala inti dari ADHD. 4 Kesulitan Belajar dan Gangguan Kognitif Kesulitan belajar pada anak-anak ini ditandai dengan prestasi akademik yang rendah. Alasan yang mungkin termasuk: kurangnya perhatian, suka bermain, setengah memahami pengetahuan yang diajarkan oleh guru; beberapa anak dengan kecerdasan rendah, pemahaman dan pemahaman penurunan ekspresi verbal atau tertulis. Beberapa anak memiliki kecerdasan yang rendah, pemahaman dan pengertian yang berkurang, serta berkurangnya kemampuan untuk mengekspresikan diri secara lisan maupun tulisan; beberapa anak memiliki defisit kognitif, seperti defisit posisi visual-spasial. Beberapa anak memiliki defisit kognitif, seperti gangguan posisi visual-spasial, yang mengakibatkan gerakan yang tidak terkoordinasi dan kesulitan dalam membaca, menulis, menghitung, menggambar, dan menganalisis grafik. Diskriminasi kiri-kanan tidak dapat dilakukan. Mereka mungkin menulis kata-kata secara terbalik, seperti “部” untuk “陪”, “p” untuk “q”, “b” untuk “b”, dan “c” untuk “d”. “p” untuk “q”, “b” untuk “d”. Manifestasi utamanya adalah disfungsi visual, pendengaran, atau visual-motorik. 5 Perilaku Maladaptif 80% dari anak-anak memiliki berbagai perilaku maladaptif, seperti berkelahi, melawan, membangkang, keras kepala, bullying, mengamuk, tidak disiplin, dll. Perilaku-perilaku maladaptif ini seringkali bukan merupakan hasil dari perilaku anak. Munculnya perilaku yang tidak diinginkan ini sering kali bukan karena karakter yang buruk, tetapi mereka memang tidak dapat mengendalikan diri, tetapi jika tidak memperhatikan pendidikan, dapat berkembang menjadi masalah karakter. 6 Kelainan neurologis Setengah dari anak-anak yang terkena dampak dapat melihat tanda-tanda neurologis kelemahan, canggung dan tidak terkoordinasi dengan cepat, ketidakfleksibelan motorik halus, refleks fisiologis yang aktif atau asimetris, refleks patologis yang tidak konstan, dan ataksia yang tidak terkoordinasi (ketidakmampuan untuk berjalan pada garis lurus, kesulitan berdiri dengan mata tertutup, dan tes meraba hidung atau jari-ke-jari yang positif), dan seterusnya.