Bagaimana cara mencegah obesitas pada remaja?

Menurut data dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China, jumlah penderita obesitas di bawah usia 18 tahun di China telah mencapai 120 juta orang; penelitian di luar negeri menunjukkan bahwa 12% anak-anak di China mengalami kelebihan berat badan dan proporsi remaja China yang menderita diabetes empat kali lipat lebih tinggi dibandingkan dengan remaja di Amerika. Obesitas pada remaja sangat berkaitan dengan orang tua mereka, yang tidak dapat menjaga pola makan anak-anak mereka karena jadwal kerja mereka yang padat, struktur makanan keluarga jangka panjang yang tidak masuk akal (sarapan terlalu sederhana untuk memenuhi kebutuhan tumbuh kembang anak; makan malam terlalu kaya, memaksa perut dan usus untuk bekerja lembur, mempengaruhi tidur anak-anak sekaligus dengan mudah menyebabkan penumpukan nutrisi di usus, yang menyebabkan obesitas). Pola makan anak-anak tidak sehat (makanan cepat saji, asupan “junk food” yang berlebihan, kecintaan pada minuman, dll.). Selain itu, remaja saat ini tidak banyak berolahraga, kecanduan game online, menghabiskan terlalu banyak waktu dalam kegiatan statis seperti menonton TV dan tidak berpartisipasi dalam olahraga di luar ruangan. Cara mencegah obesitas pada remaja sangatlah penting. 1 . Ubah struktur makan keluarga Seperti kata pepatah, “rencana hari ini terletak pada pagi hari”, sarapan harus banyak dan beragam; makan malam harus dikunyah perlahan dan tetap kenyang selama delapan menit; Selain itu, perlu juga meningkatkan asupan mikronutrien; makanan seimbang dalam hal ketebalan dan kehalusan; hilangkan memasak yang berlebihan. 2 . Kembangkan kebiasaan makan yang sehat Nutrisi yang berlebihan atau tidak seimbang adalah faktor terpenting yang menyebabkan obesitas pada remaja. Menganjurkan diet ilmiah, kurangi makan di luar, masakan keluarga harus lebih sedikit minyak dan garam; lebih sedikit junk food; lebih banyak buah dan sayuran, lebih sedikit daging berlemak; lebih banyak air putih, lebih sedikit minuman; lebih banyak makanan kasar, lebih sedikit makanan olahan. 3, memperkuat latihan fisik Beberapa remaja mengalami obesitas terutama karena kurangnya olahraga, harus meningkatkan jumlah olahraga dan waktu olahraga, sehingga dapat mengkonsumsi kelebihan lemak tubuh. Orang tua memberi contoh dengan menemani anak-anak mereka untuk berpartisipasi dalam kegiatan di luar ruangan seperti berlari, memanjat, bersepeda, dll., sehingga anak-anak dapat mengembangkan kebiasaan berolahraga. Remaja yang mengalami obesitas cenderung mencoba metode penurunan berat badan yang tidak sehat seperti puasa atau pil diet, tetapi hal ini dapat menyebabkan lingkaran setan yang membuat berat badan mereka semakin bertambah. Tidak disarankan untuk menurunkan berat badan secara membabi buta dan saran medis perlu diikuti.