Manajemen risiko patah tulang pinggul perioperatif pada lansia dengan kombinasi pendekatan Cina dan Barat

  TUJUAN: Untuk menganalisis secara retrospektif karakteristik, komplikasi, dan faktor mortalitas periode perioperatif pada pasien patah tulang pinggul lansia dan untuk membahas manajemen risiko gabungan Cina dan Barat pada periode perioperatif patah tulang pinggul lansia.  METODE: Kami mengumpulkan pasien patah tulang pinggul berusia >65 tahun yang menjalani perawatan bedah, termasuk pasien dengan fraktur leher femoralis dan fraktur intertrochanteric, diobati dengan fiksasi internal atau operasi penggantian pinggul, dan gabungan manajemen perioperatif Cina dan Barat, dan menghitung kondisi yang ada bersama sebelum operasi, komplikasi pasca operasi dan faktor kematian.  Hasil: 82,9% pasien patah tulang pinggul usia lanjut memilih operasi, 81,4% pasien memiliki kondisi yang sudah ada sebelumnya, 32,03% pasien mengalami komplikasi pasca operasi, dan tingkat kematian di rumah sakit secara keseluruhan adalah 1,5. Kesimpulan: Pasien patah tulang pinggul lansia memiliki banyak kondisi yang ada sebelum operasi dan risiko pembedahan yang tinggi, sehingga evaluasi pra operasi yang memadai, manajemen perioperatif yang baik dari berbagai kondisi yang ada dan status psikologis, dan penggunaan metode pengobatan Tiongkok yang tepat untuk mengintervensi seluruh proses pengobatan. Risiko patah tulang pinggul perioperatif pada pasien lansia dapat dikelola secara efektif dengan penilaian pra operasi yang memadai, kontrol yang baik dari berbagai kondisi yang ada bersamaan dan status psikologis selama periode perioperatif, intervensi yang tepat dari pengobatan Tiongkok dalam seluruh proses perawatan, metode pembedahan seperti operasi fiksasi internal atau artroplasti pinggul, kontrol infeksi pasca operasi, pengaturan keseimbangan air dan garam, pencegahan dan pengendalian komplikasi seperti ulkus stres, emboli dan delirium, tindakan analgesik yang tepat, perawatan khusus yang komprehensif, serta proses rehabilitasi yang masuk akal dan standar. Dengan pembaruan dan peningkatan peralatan ICU dan teknologi yang komprehensif, tingkat kontrol penyakit yang ada sebelum operasi dan komplikasi pasca operasi pasien lansia akan ditingkatkan.