Sindrom Putri Tidur, yang secara ilmiah dikenal sebagai Sindrom Klein-Levin, atau disingkat KLS, atau umumnya dikenal sebagai Penyakit Putri Tidur, adalah kelainan neurologis yang langka. Hal ini ditandai dengan rasa kantuk, dengan pasien tidur selama berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan pada suatu waktu, di mana dia tidak dapat bangun untuk apa pun selain makanan dan air. Ketika tidurnya selesai, pasien tidak ingat apa pun yang terjadi selama periode ini. Banyak pasien mengatakan bahwa mereka kehilangan fokus pada segala sesuatu dan sangat sensitif terhadap suara dan cahaya. Sebagian wanita menderita depresi. 1. Pendahuluan Yang disebut Sindrom Putri Tidur (disingkat KLS) adalah gangguan di mana tidur berlebihan dan perubahan perilaku terjadi berulang kali. Hal ini terjadi ketika orang tersebut tidur atau mengantuk hampir sepanjang siang dan malam, hanya bangun untuk pergi ke kamar mandi atau makan. Bahkan ketika terjaga, sikap orang tersebut dapat berubah dan mereka mungkin tetap dalam keadaan pikiran yang seperti orang kesurupan atau kekanak-kanakan. Mereka mungkin juga mengalami kebingungan, disorientasi dan perasaan lesu atau ketidakpedulian emosional. Orang tersebut seringkali tidak dapat pergi ke sekolah atau bekerja karena serangan tersebut. Kebanyakan orang menghabiskan hampir sepanjang hari di tempat tidur, lelah atau bahkan tidak dapat berkomunikasi dengan orang lain. Selama timbulnya penyakit ini, beberapa pria mengalami dorongan seksual yang berlebihan dan beberapa wanita mengalami depresi. Insiden penyakit ini pada remaja adalah satu dari sejuta, dengan sekitar 70% pasien adalah pria. Bagi sebagian penderita, kadang-kadang bisa tampak tanpa gejala selama berminggu-minggu, berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun, dan kemudian kambuh karena beberapa tanda peringatan kecil. Bagi mereka yang mengalaminya, laporan kesehatan mereka biasanya biasa-biasa saja, tetapi penyakit ini menghilang secara spontan setelah sekitar 8 hingga 12 tahun. Penyebab penyakit ini masih belum jelas, dengan beberapa peneliti mencurigai adanya autoimunitas dan disfungsi thalamus optikus inferior otak. Penyebabnya tidak diketahui, tetapi diduga terkait dengan fungsi abnormal area otak yang mengontrol tidur dan nafsu makan. 4. Langka Tidak lebih dari 1.000 orang di seluruh dunia yang menderita kondisi ini. Dalam setiap kasus, pasien dapat menjalani kehidupan normal selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan, selama waktu itu pola tidur dan tingkat energi mereka normal. Tetapi, berhati-hatilah saat giliran mereka untuk tidur dan beristirahat. Mereka bisa tidur selama berhari-hari atau berminggu-minggu pada suatu waktu. 5. Pencegahan Dokter hanya dapat menggabungkan stimulan dan obat tidur untuk mencegah pasien tertidur tanpa peringatan di satu sisi dan untuk meningkatkan kualitas tidur mereka di sisi lain. 6. Kasus global The Royal Society Journal pernah mengungkapkan sebuah catatan sejarah tentang seorang pria yang sangat mengantuk bernama Samuel Hilton pada akhir abad ke-17. “Sleeping beauty” pria ini pertama kali tertidur pada tanggal 13 Mei 1694 dan tidak terbangun sampai seminggu kemudian. Pada tanggal 9 April 1695, Hilton tertidur lelap dan berkepanjangan. Para dokter dipanggil untuk mengobatinya dengan pertumpahan darah dan api, namun tidak berhasil. Setelah 17 minggu, Hilton tidak bangun sampai tanggal 7 Agustus. Pada tahun 2010, diumumkan bahwa gadis Inggris Louisa Bowery telah didiagnosis dengan Klebsiella. Bowery didiagnosis menderita sindrom Klein-Levin. Dia bisa tidur hingga 22 jam sehari hingga 12 hari sekaligus. Menurut ibunya, dia mengalami rasa kantuk ini setelah pulih dari serangan flu pada tahun 2008. “Ia bertingkah mengantuk dan tidak pernah membaik. Dia bisa tertidur di kelas sekolah dan menggumamkan sesuatu di bawah nafasnya yang tidak bisa dimengerti oleh orang lain, seolah-olah dia berbicara dalam tidurnya.” Pada bulan November 2012, dilaporkan di media bahwa Nicole DeLeon, seorang gadis berusia 17 tahun di Amerika Serikat, telah didiagnosis dengan kondisi “mengantuk”. DeLeon didiagnosis menderita “Sindrom Klein-Levine”, di mana dia tidur selama 18-19 jam sehari. Rekor yang paling mencengangkan adalah bahwa dia tidur selama 64 hari dari Thanksgiving hingga Januari tahun berikutnya, mencetak rekor pribadi untuk tidur terlama. Ibu Nicole, Vicky, mengatakan putrinya tidur selama 18 hingga 19 jam sehari dan bahkan ketika dia bangun untuk makan, dia “berjalan dalam tidur dan tidak akan ingat apa yang telah dia lakukan”.