Apa vonis tentang narkolepsi?

  Narkolepsi adalah manifestasi klinis yang penting dari banyak gangguan tidur. Dalam kasus yang parah, orang bisa tertidur tanpa mengenal waktu dan tempat, yang bisa berdampak besar pada pekerjaan dan kehidupan mereka, dan bahkan menyebabkan kecelakaan yang membahayakan keselamatan orang lain dan diri mereka sendiri. Dalam beberapa tahun terakhir ini, telah ditemukan bahwa insiden kecelakaan lalu lintas yang terkait dengan rasa kantuk sebanding dengan yang disebabkan oleh mengemudi sambil minum, tetapi belum ditanggapi secara serius. Pengalaman klinis di Cina telah menunjukkan bahwa rasa kantuk yang berlebihan adalah salah satu alasan utama mengapa pasien datang ke pusat tidur. Evaluasi yang akurat dan komprehensif tentang tingkat keparahan kantuk, menemukan penyebab kantuk, memilih pilihan pengobatan yang tepat dan secara sistematis menilai efek pengobatan adalah masalah penting yang harus diatasi dalam praktik klinis obat tidur.  Epidemiologi Prevalensi narkolepsi dalam populasi berkisar antara 0,5% hingga 35,8%, dengan sebagian besar laporan berkisar antara 5% hingga 15%, dengan alasan variasi yang luas tergantung pada populasi yang disurvei dan kuesioner yang digunakan. Prevalensi rasa kantuk lebih tinggi di antara pekerja shift yang sering bekerja, orang tua, remaja, dan wanita. Selain itu, seiring dengan meningkatnya laju kehidupan dan perubahan gaya hidup, prevalensi narkolepsi pun meningkat. Meskipun ada banyak penyebab narkolepsi, di pusat-pusat tidur di Eropa dan Amerika, gangguan pernapasan saat tidur adalah penyebab paling penting dari rasa kantuk di siang hari, terhitung 75%, diikuti oleh gangguan tidur episodik, terhitung 20%, dan sindrom gerakan kaki di 5% sisanya. Gangguan pernapasan saat tidur, terutama sleep apnoea hypoventilation (OSAHS) dan sindrom resistensi saluran napas bagian atas, mencapai 80% dari pasien yang dirawat di rumah sakit kami, sementara gangguan tidur episodik mencapai sekitar 12%.  Evaluasi kantuk di siang hari Faktor-faktor yang terkait dengan kantuk di siang hari meliputi: lama tidur, kualitas tidur, pengaruh ritme sirkadian, pengobatan dan penyakit yang mendasarinya. Penilaian subyektif dan obyektif, bersama dengan anamnesis yang mendetail, akan membantu menentukan keparahan kantuk, mengidentifikasi penyebab kantuk, dan pada awalnya menilai keefektifan pengobatan.  Pengambilan riwayat Pengambilan riwayat terutama terdiri atas pengambilan riwayat secara menyeluruh dan pemeriksaan fisik secara menyeluruh. Ketika mengambil riwayat, aspek-aspek berikut ini harus diperhatikan.       Pertama, apakah pasien mengantuk secara berlebihan di siang hari? Mengatur lingkungan tertentu, seperti rapat, naik mobil atau kuliah, dapat membantu memahami bagaimana pasien tidur di siang hari. Banyak pasien saliva yang sering tidak hadir karena tidur berlebihan tetapi mengeluh mudah lelah, kurang energi, kehilangan memori dan depresi, yang harus diidentifikasi.       Kedua, apakah keluhan pasien tentang tidur berlebihan merupakan suatu kelainan? Setiap orang sangat bervariasi dalam jumlah tidur yang mereka butuhkan dan harus ditanyai berapa lama mereka tidur untuk menjaga tingkat energi mereka tetap tinggi dan pikiran mereka tetap jernih di siang hari. Beberapa orang memiliki waktu tidur yang singkat tetapi tidak mempengaruhi pekerjaan dan kehidupan siang hari mereka dan mungkin tidak patologis.       Ketiga, lamanya penyakit, episodik atau persisten.       Keempat, apa kebiasaan tidurnya? Pertimbangan utama adalah durasi tidur, ritme tidur-bangun, jadwal kerja, kantuk di siang hari yang singkat, lingkungan tidur, kebiasaan makan dan riwayat pengobatan.       V. Apa saja gejala yang menyertai? Akan sangat membantu untuk mengetahui gejala kantuk yang menyertai untuk mengidentifikasi penyebabnya.  Karena banyak patologi tidur yang tidak disadari oleh pasien, keluarga atau pasangan mereka sering kali dapat memberikan riwayat yang lebih obyektif dan kerja sama mereka harus diperoleh. Sebagai contoh, pada pasien yang dicurigai menderita sindrom hipoventilasi apnea tidur, anggota keluarga dapat ditanyai: 1. Apakah pasien mendengkur saat tidur? Apakah dengkuran terdengar di kamar sebelah? Apakah dengkurannya tidak merata tinggi dan rendahnya? Jika perlu, simulasikan dengkuran pasien. 2. Apakah pasien memiliki interval pernapasan yang sering selama tidur? 3. Apakah pasien mengantuk di siang hari, misalnya saat menonton TV, dalam rapat, di dalam mobil. Pengambilan riwayat yang sistematis paling baik dilakukan dengan bantuan kuesioner yang dirancang dengan lebih tepat. Pemeriksaan fisik sering kali tidak memiliki temuan positif yang khas, dan mereka yang mengalami narkolepsi parah tidak responsif dan memiliki daya ingat yang buruk pada saat konsultasi, dan bahkan dapat tertidur selama konsultasi. Selain penyelidikan yang biasa dilakukan, saluran napas bagian atas dan sistem neurologis harus menjadi fokus utama pemeriksaan pada pasien dengan narkolepsi.